alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Antisipasi Klaster Sekolah, Harus Ada Testing di PTM, Ganjar: Random Test!

Budi Arista Romadhoni Rabu, 22 September 2021 | 06:43 WIB

Antisipasi Klaster Sekolah, Harus Ada Testing di PTM, Ganjar: Random Test!
Gubernur Ganjar Pranowo mendapati siswa yang masih berkerumun sesaat sebelum memasuki kelas di SMPN 33 Semarang pagi ini. Gubernur Ganjar menghimbau guru dan seluruh petugas sekolah untuk lebih memperhatikan penerapan protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster sekolah Rabu (15/9/2021). [Dok Pemprov Jateng]

Ganjar meminta sekolah yang menggelar PTM untuk melakukan testing secara acak, hal itu untuk mengantisipasi klaster sekolah.

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta sekolah-sekolah yang menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) harus menyertakan testing. Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya siswa terpapar Covid-19 saat mengikuti PTM di sekolah.

"Sekarang kita minta untuk yang persiapan PTM itu harus disiapkan testingnya. Kalau perlu sekali-kali di-random test," kata Ganjar, Selasa (21/9/2021).

Ganjar menegaskan sekolah yang memang belum siap menyelenggarakan PTM harus jujur. Bila memang belum siap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendampingi sampai sekolah benar-benar siap.

"(Sekolah) yang belum siap, tidak usah mengaku siap. Kalau belum siap kami akan dampingi biar siap," katanya.

Baca Juga: Temuan Kasus Covid-19 di Kabupaten Blora, Kadinkes Jateng Pastikan Bukan Klaster PTM

Permintaan menambahkan testing dalam persiapan PTM dilakukan setelah Ganjar mendapatkan laporan adanya siswa peserta PTM yang terpapar Covid-19. Terbaru ada sekitar 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan rapid test antigen pada Seni (20/9/2021).

Terkait kejadian itu, Ganjar sudah menghubungi Bupati Purbalingga  untuk mengecek dan menutup sekolah.

"Untuk Purbalingga, saya sudah telepon Bupati, sudah dicek, dan saya minta untuk ditutup. Sa juga yang terjadi di Jepara, saya minta langsung tutup," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan bahwa sudah tidak ada daerah di Jawa Tengah yang masuk level 4. Sebelumnya ada Kabupaten Brebes yang masuk dalam level tersebut.

"Level 4 tidak ada, kemarin ada satu Brebes itu pun karena data lamanya dimasukkan. Maka saya berkali-kali ingatkan masukkan datanya di satu saja, Corona Jateng. Itu otomatis akan nyambung ke pusat," tambah Ganjar.

Baca Juga: Wacana PTM di Depok, Walikota: Bukannya Batal, Memang Belum Ada Rencana

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait