alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Niat Balas Dendam dengan Dukun, Warga Sragen Ini Nekat Tukar Uang Palsu

Budi Arista Romadhoni Kamis, 23 September 2021 | 15:09 WIB

Duh! Niat Balas Dendam dengan Dukun, Warga Sragen Ini Nekat Tukar Uang Palsu
Ilustrasi uang palsu. Warga Sragen ini nekat menukarkan uang asli dengan uang palsu, ia hanya ingin balas dendan dengan dukun penggandaan uang. [Shutterstock]

Warga Sragen ini nekat menukarkan uang asli dengan uang palsu, ia hanya ingin balas dendan dengan dukun penggandaan uang

SuaraJawaTengah.id - Peredaran uang palsu menjadi perhatian banyak pihak. Transaksi menggunakan uang palsu tentu saja melanggar hukum. 

Namun di Kabupaten Sragen terdapat kasus uang palsu. Tersangka tidak berniat mengedarkan untuk masyarakat umum, melainkan untuk balas dendam kepada dukun penggandaan uang. 

Menyadur dari Solopos.com, fakta baru terungkap dalam kasus peredaran uang palsu (upal) dengan tersangka Sutrisno, 38, warga Dukuh/Desa Taraman, RT 12, Sidoharjo, Sragen, yang terungkap pada pertengahan Agustus lalu.

Upal senilai Rp9,95 juta ternyata didapat dari seorang melalui online. Untuk mendapatkan upal sebanyak itu, tersangka rela membayar Rp1 juta kepada seorang yang saat ini masih diselidiki oleh aparat itu.

Baca Juga: Miris! Obat-obatan Berbahaya di Sragen Dijual di Sekitar Masjid

“Saya dapat infonya dari medsos. Saya kirim uang Rp1 juta, lalu saya dapat kiriman Rp10 juta [upal],” ujar Sutrisno dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Kamis (23/9/2021).

Sutrisno mengaku belum mengedarkan upal itu. Rencananya, kata dia, upal itu akan diberikan kepada salah satu dukun penggandaan uang.

Langkah itu ia lakukan sebagai balas dendam karena ia pernah menjadi korban dari dukun penggandaan uang. Walau sudah menyetor total uang asli Rp400 juta kepada beberapa dukun di luar Sragen, Sutrisno tidak pernah mendapatkan uang yang dijanjikan berlipat ganda.

“Jadi dia pernah tertipu oleh dukun penggandaan uang, lalu berniat balas dendam dengan menipu balik dukun penggandaan uang itu,” jelas Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, pada kesempatan itu.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, menujukkan uang palsu Rp9,95 juta dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Kamis (23/9/2021). (Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)
Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, menujukkan uang palsu Rp9,95 juta dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Kamis (23/9/2021). (Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)

Kapolres menjelaskan penangkapan terhadap tersangka bermula dari pengembangan dugaan kasus pidana lain. Saat menggeledah rumah milik orang lain yang ditinggali tersangka, polisi menemukan sebuah koper warna hitam yang di dalamnya terdapat upal Rp9,95 juta.

Baca Juga: Lima Pengedar Uang Palsu di Dumai Diringkus Polisi, Aksinya Terekam CCTV

Polisi kemudian menangkap tersangka yang saat itu tengah bersembunyi di salah satu hotel di Sragen. Kapolres mengakui untuk mendeteksi uang itu palsu cukup mudah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait