alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada! Kabupaten Cilacap Jadi Daerah yang Paling Rawan Jika Terjadi Tsunami

Budi Arista Romadhoni Senin, 04 Oktober 2021 | 19:04 WIB

Waspada! Kabupaten Cilacap Jadi Daerah yang Paling Rawan Jika Terjadi Tsunami
Kabupaten Cilacap menjadi yang paling rawan terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Kabupaten Cilacap menjadi yang paling rawan terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami

SuaraJawaTengah.id - Jika pesisir pantai utara (Pantura) terancam tenggelam, pesisir pantai selatan (Pansel) berpotensi terjadinya bencana tsunami. Daerah paling rawan adalah di Kabupaten Cilacap

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Ia menilai wilayah Kabupaten Cilacap, paling rawan terhadap gempa bumi berpotensi tsunami jika dibandingkan dengan daerah lainnya.

"Cilacap ini ibaratnya suatu wilayah yang kotanya langsung berada di pantai, beda ya, misalnya Purworejo kotanya kan jauh dari pantai, Kebumen jauh dari pantai. Yang langsung di pantai dan aset nasional ada di Cilacap, ada Pertamina, ada PLTU, dan sebagainya, itu infrastruktur yang vital," katanya Dwikorita dikutip dari ANTARA di Cilacap, Senin (4/10/2021). 

Dwikorita mengatakan hal itu kepada wartawan di sela kegiatan penyusuran jalur evakuasi dalam rangkaian peluncuran sistem peringatan dini tsunami berbasis frekuensi radio dan aplikasi Sirita (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert).

Baca Juga: Paling Rawan Tsunami, Cilacap Punya Infrastruktur Vital Nasional

Jika terjadi sesuatu hal terhadap objek vital yang ada di Cilacap tersebut, kata dia, nasional akan lumpuh sehingga hal itu harus diamankan.

Oleh karena itu, kata dia, kegiatan penyusuran jalur evakuasi bencana tsunami tersebut juga melibatkan berbagai pihak seperti Pertamina, PT Solusi Bangun Indonesia (Semen Indonesia Group), PLTU, dan sebagainya.

"Jadi, kita kerja bareng. Peringatan dini atau mitigasi bencana itu akan sia-sia kalau kita kerja sendiri-sendiri," katanya.

Terkait dengan keberadaan jalur pipa dalam tanah milik Pertamina yang menjadi bagian jalur evakuasi bencana tsunami, dia mengatakan demi keamanan, pihaknya menyarankan jalur tersebut lebih baik tidak dijadikan sebagai jalur evakuasi jika ada pilihan lain.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk dari ancaman gempa megathrust berkekuatan lebih dari 8 Skala Richter yang berpotensi terjadi di selatan Jawa.

Baca Juga: BMKG Luncurkan Sirita, Aplikasi Peringatan Dini Tsunami

"Jadi daripada gambling, nyawa jangan untuk gambling, tutup saja. Kan masih banyak jalur yang lain," katanya menegaskan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait