Budaya swinger bisa dibilang berasal dari gagasan hubungan poliamori. Di Mesir kuno, pria memiliki hak untuk menikahi wanita sebanyak yang mereka inginkan – atau lebih tepatnya mampu.
Namun, terlepas dari itu semua, aktivitas swinging cukup berisiko. Sebuah penelitian di Belanda menyatakan para swinger heteroseksual berisiko mengalami penyakit menular seksual sebanding dengan pria gay atau biseksual.
Keduanya dianggap kelompok berisiko tinggi mengidap penyakit herpes, infeksi yang disebabkan oleh virus. Mereka juga berisiko terkena HIV yang merupakan virus penyebab AIDS.
Virus ini menyerang imunitas, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Swinger juga berisiko menderita klamidia, penyakit menular seksual yang salah satunya disebabkan hubungan seks tanpa kondom.
Baca Juga:Takut Hilang, Wanita Tempel Peringatan Ini di Alat Tulisnya, Warganet Langsung Ingat Dosa
Masalah kesehatan ini kerap diderita perempuan muda yang aktif secara seksual. Terakhir, gonore atau kencing nanah, yang umumnya disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.