alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! 27 Ribu Anak di Wonosobo Tidak Sekolah

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 09 Oktober 2021 | 16:33 WIB

Duh! 27 Ribu Anak di Wonosobo Tidak Sekolah
Ilustrasi sekolah dasar. Ribuan anak di Wonosobo ini harus menjadi perhatian, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak [Antara]

Ribuan anak di Wonosobo ini harus menjadi perhatian, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 27.181 anak usia 7-18 tahun di Kabupaten Wonosobo tercatat belum pernah mengenyam pendidikan.

Bappeda  Kabupaten Wonosobo menyatakan ribuan anak tersebut  masuk kategori belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan serius, 

"Kami mengajak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) tersebut dengan mengangkat gagasan berupa Program Mayo Sekolah," kata Kabid Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Wonosobo Amin Purnadi dikutip dari ANTARA, Jumat (8/10/2021).

Ia menjelaskan Program Mayo Sekolah atau Ayo Sekolah ini kami gagas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya menangani anak tidak sekolah untuk kembali ke bangku pendidikan di sekolah," katanya.

Baca Juga: Efek Pandemi RI: Makin Banyak Anak Putus Sekolah, Korban KDRT hingga Hamil di Luar Nikah

Rakor yang berlangsung pada 7-8 Oktober 2021 itu melibatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial Permasdes, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas PPKBPPA, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda.

"Forum rakor ini dalam rangka menyamakan persepsi perihal bagaimana upaya ke depan untuk menangani problem ATS bersama-sama sehingga pelaksanaannya tidak tumpang tindih serta bisa menyentuh sasaran yang tepat," katanya.

Amin Purnadi menambahkan setelah rakor itu pihaknya  segera menindaklanjuti dengan pemetaan data secara terpadu, sebelum kemudian berlanjut pada tahapan rencana aksi daerah.

Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Wonosobo Sri Fatonah WI mengatakan penyebab masih tingginya angka ATS di Kabupaten Wonosobo karena kondisi geografis pegunungan dengan kontur relatif tidak rata, menjadi salah satu faktor anak sulit mengakses pendidikan.

"Kemudian juga masih ada desa dan dusun terpencil di Kabupaten Wonosobo dengan tingkat kesulitan beragam untuk mencapai sekolah terdekat, baik di jenjang SD, SMP maupun SMA," katanya.

Baca Juga: Miris! Pandemi Plus Belajar Daring Sebabkan 144 Pelajar Banyuwangi Putus Sekolah

Berdasarkan data peta layanan transportasi dan sebaran SMP, katanya, tidak semua sekolah berada di jalur layanan transportasi sehingga jarak antara rumah dengan sekolah cukup jauh ketika harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait