alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rawan Bencana di Musim Hujan, Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspada dan Mengungsi

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 22 Oktober 2021 | 18:55 WIB

Rawan Bencana di Musim Hujan, Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspada dan Mengungsi
Ilustrasi tanah longsor. Masyarakat Banjarnegara pun diminta waspada. [BNPB]

Kabupaten Banjarnegara mengalami rawan bencana, masyarakat pun diminta waspada

SuaraJawaTengah.id - Memasuki musim hujan, masyarakat Kabupaten Banjarnegara diminta untuk waspada. Pasalnya, sejumlah wilayah di Banjarnegara rawan terjadi bencana longsor.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Mlaya, kecamatan Punggelan, Banjarnegara Jawa Tengah. Kejadian tersebut mengakibatkan bocah umur 3 tahun meninggal dunia karena tertimbun material longsor, Kamis (21/10/2021) kemarin.

Dalam waktu yang bersamaan, tanah longsor juga terjadi disejumlah titik di wilayah Banjarnegara,Jawa Tengah. Dampaknya, beberapa akses jalan sempat tertutup akibat tumpahan material tanah longsor. 

Kepala Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan Wiwi Susanti mengatakan bahwa wilayah desa Mlaya termasuk wilayah rawan longsor. Ia menyebut terdapat 25 titik yang rawan terjadi tanah longsor.

Baca Juga: 18 Orang Tewas Diterjang Banjir dan Tanah Longsor di India

"Di desa Mlaya yang rawan longsor ada 25 titik, memang wilayah sudah merah, ini sudah langganan bencana," ungkap dia, Jumat (22/10/2021).

Ia menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika wilayah desa Mlaya hujan lebat disertai angin sejak pukul 14.00 WIB. Hingga berselang 2 jam, tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang salah satunya mengakibatkan korban jiwa.

"Dari jam 2 sudah hujan deras disertai angin, 2 jam setelah itu sekitar setengah 4 terjadi longsor. Itu menyeluruh dari mulai dusun 1 sampai dusun 4 ada kejadian longsor,"jelas dia di lokasi kejadian.

Ia menyebut terdapat puluhan rumah yang terancam bencana tanah longsor di wilayahnya. Mengingat belum ada pengungsian , ia mengimbau kepada warga untuk mencari tempat yang lebih aman ketika hujan turun.

"Yang terancam sampai saat ini ada puluhan, hampir semua dusun di desa mlaya rawan longsor, himbauan kepada warga mencari tempat aman, tempat saudara atau teman. Disini rumah warga banyak yang berada di lereng tebing jadi untuk sementara ketika hujan untuk mengamankan diri. Sementara ini blm ada, sedang koordinasi untuk membuat tempat pengungsian,"imbuh dia.

Baca Juga: Dilanda Hujan Lebat dan Tanah Longsor, Sedikitnya 18 Orang Tewas di India

Di tempat yang sama, Kepala Kecamatan Punggelan, Joko Prayitno menambahkan dampak tanah longsor disejumlah titik menyebabkan akses jalan sempat tertutup. Pihaknya dibantu petugas dan tim relawan gabungan melakukan pembersihan jalan agar bisa segera dilewati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait