facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

BNPB Catat 13 Orang Tewas dalam Erupsi Gunung Semeru, 1.000 Warga Mengungsi

Ronald Seger Prabowo Minggu, 05 Desember 2021 | 13:35 WIB

BNPB Catat 13 Orang Tewas dalam Erupsi Gunung Semeru, 1.000 Warga Mengungsi
Relawan mengamati kepulan asap yang berasal dari material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Terbaru, dua orang yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Pronojiwo.

SuaraJawaTengah.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (5/12/2021) pukul 09.20 WIB, sebanyak 13 warga meninggal dunia akibat musibah erupsi Gunung Semeru, Sabtu (5/12/2021) sore.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menjelaskan, selain meninggal, 14 warga mengalami luka bakar dan 1.000 orang mengungsi.

"Data yang masuk ke kami sebanyak 13 warga meninggal, 14 terbakar dan sebanyak 1.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ungkap Suharyanto dikutip Suaraindonesia.co.id--jaringan Suara.com.

Data penemuan terbaru, lanjut Suharyanto, ditemukan 2 orang yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga: Update Korban Letusan Gunung Semeru, 102 Orang Terluka Mayoritas Luka Bakar

"Adapun yang baru teridentifikasi dua orang, berasal dari Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo," paparnya

Sementara untuk yang mengalami luka bakar, menurut Suharyanto sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Penanganan awal di puskesmas terdekat. Kemudian, langsung di rujuk ke RSUD Haryanto dan RS Bhayangkara Lumajang," tegas dia.

Sementara untuk sebaran awan panas terparah mengguyur wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Kemudian Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumber Urip, Dusun Curah Kobokan Desa Supitirang.

Sementara untuk Kecamatan Candipuro, terparah mengguyur dua desa yang berdekatan.

Baca Juga: Respons Cepat, BRI Salurkan Bantuan Tanggap Bencana untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

"Terdampak parah Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur. Dua desa ini lumayan parah," imbuhnya.

Kendati begitu, menurut Suharyanto pihak BNPB akan terus melakukan update data perkembangan selanjutnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait