Terduga Perusak Sesajen Gunung Semeru Pecatan Ustaz Pesantren di Magelang

Hadfana diterima sebagai pengajar karena dinilai memiliki kemampuan dalam ilmu kaligrafi dan tahsin.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 11 Januari 2022 | 18:39 WIB
Terduga Perusak Sesajen Gunung Semeru Pecatan Ustaz Pesantren di Magelang
Viral pria berjenggota tendang sesajen di Gunung Semeru [Foto: tangkapan layar Instagram]

SuaraJawaTengah.id - Pria terduga perusak sesajen di lokasi bencana lahar dingin Gunung Semeru, diketahui pernah mengajar di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, Kabupaten Magelang.

Wakil Direktur Bidang Pengembangan dan Pembangunan PM3, Ahsin Qolbaka mengatakan, pria yang diduga Hadfana Firdaus itu pernah mengajar kaligrafi dan teknik memperindah bacaan Alquran (tahsin).

“Bahwa memang jika yang disangkakan adalah Hadfana Firdaus itu memang betul orang itu, maka memang yang bersangkutan betul pernah mengajar di pesantren ini,” kata Ahsin Qolbaka saat ditemui di lokasi pesantren di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (11/1/2022).

Hadfana diterima sebagai pengajar karena dinilai memiliki kemampuan dalam ilmu kaligrafi dan tahsin. Pesantren juga menerima istri Hadfana sebagai staf pengajar ilmu membaca Alquran.

Baca Juga:Keluarga Didatangi Polisi, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Kuliah di Jogja

Hadfana sempat mengajar di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu sejak tahun 2019 hingga November 2021. Hadfana diberhentikan karena dianggap terlalu sibuk dengan kegiatan lain di luar pesantren.

Sebelum mendapat fasilitas tempat tinggal dari pesantren, Hadfana dan istrinya mengajar pulang pergi (ngelaju) dari rumahnya di Yogyakarta.

“Yang bersangkutan sudah tidak mengajar di pondok per 1 Desember 2021. Surat (non aktif Hadfana) sudah kami keluarkan,” ujar Ahsin Qolbaka.

Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Selain terlalu sibuk berkegiatan di luar pesantren, Hadfana juga dinilai kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. Dia jarang terlibat pengajian rutin Ahad pagi yang diadakan warga dan pengurus pesantren.  

“Jadi pas kajian Ahad pagi itu jarang gabung. Bahkan pernah ditanyakan salah satu jemaah, ini kemana istrinya Ustaz Hadfana Firdaus?,” tuturnya.

Baca Juga:Mantan Kabiro Kesra Banten Sebut Penyampaian Fakta Hukum JPU Tidak Logis

Padahal Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu memiliki program mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar. Santri putra dewasa dan pengurus, shalat berjamaah di masjid yang berada di luar kompleks pesantren.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini