“Yang bersangkutan pas shalat ya ke masjid, tapi jarang. Kalau kami ketemu jamaah itu ya bisa maghrib sampai Isya. Bahkan bisa lanjut lagi kadang silaturahmi ke rumah warga,” ujar Ahsin.
Setelah dinonaktifkan, Hadfana Firdaus jarang terlihat di sekitar pesantren. Komunikasi kemudian putus sehingga pengurus pesantren tidak bisa lagi menghubungi Hadfana.
“Kita lost kontak dan betul-betul posisi dimana sekarang tidak tahu. Seumpama kita tahu saja, satu hal yang ingin kami sampaikan agar segera ambil tindakan. Kalau memang salah ya segera meminta maaf. Kalau harus mengikuti prosedur, ya segera diikuti,” paparnya.
Hadfana Firdaus diduga menjadi pelaku perusakan sajen di lokasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. Dalam rekaman video, Hadfana terlihat menendang sajen ke dalam tubing bekas aliran lahar dingin.
Baca Juga:Keluarga Didatangi Polisi, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Kuliah di Jogja
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengecam tidakan pria tersebut. Dia melaporkan kasus ini ke Polres Lumajang dan meminta pelaku segera ditangkap.
Menurut Thoriqul Haq, tindakan pria menyingkirkan sesajen itu berpotensi menganggu kerukunan umat beragama dan suku di Kabupaten Lumajang.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi