Ini Faktor-faktor Tubuh Anda Lebih Menarik Digigit Nyamuk daripada Orang-orang di Sekitar

Digigit nyamuk di alam terbuka menjadi hal yang aneh jika orang lain tidak mangalaminya. Ketika nyamuk-nyamuk menyerang Anda sementara ada teman Anda yang tidak mengalaminya

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 18 Februari 2022 | 15:03 WIB
Ini Faktor-faktor Tubuh Anda Lebih Menarik Digigit Nyamuk daripada Orang-orang di Sekitar
Ilustrasi Nyamuk. Diserang nyamuk di alam terbuka menjadi hal yang aneh jika orang lain tidak mangalaminya. Ketika nyamuk-nyamuk menyerang Anda sementara ada teman Anda yang tidak mengalaminya. (pixabay)

SuaraJawaTengah.id - Digigit nyamuk di alam terbuka menjadi hal yang aneh jika orang lain tidak mangalaminya. Ketika nyamuk-nyamuk menyerang Anda sementara ada teman Anda yang tidak mengalaminya dan tetap bisa santai menikmati malam.

Jadi, apa sebenarnya yang membuat beberapa orang lebih menarik bagi nyamuk dibanding beberapa lainnya?

Ilmu pengetahuan mengungkapkan ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih menarik bagi penghisap darah bersayap ini.

Menurut artikel yang dipublikasikan di Get Science, dikutip Jumat, beberapa orang lebih menarik bagi nyamuk karena antara lain berkaitan dengan jumlah karbon dioksida yang dipancarkan dalam panas hingga warna pakaian (warna lebih gelap lebih mengundang nyamuk dibanding warna terang).

Baca Juga:Melihat Tradisi Nyadran di Semarang

Namun, dari banyak variasi dalam preferensi soal ketertarikan nyamuk akhirnya bermuara pada dua faktor, yakni bau badan alami pada seseorang dan genetika.

Nyamuk berpesta menggigit dan menghisap darah kita untuk alasan praktis. Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan mereka melakukannya untuk mendapatkan protein dari darah kita untuk menghasilkan telur.

Untuk membantu menemukan mangsanya, nyamuk betina dilengkapi dengan reseptor bau khusus yang mendeteksi karbon dioksida dan aroma manusia. Dan itu berarti orang yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, misal karena kelebihan berat badan atau sedang hamil, cenderung lebih menarik bagi nyamuk.

Golongan darah kita juga dapat membantu menentukan preferensi nyamuk. Satu studi menemukan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O hampir dua kali lipat dibandingkan dengan golongan darah A.

Terlepas dari golongan darahnya, penelitian yang sama menemukan bahwa orang yang “sekretor” (mengeluarkan bahan kimia pada kulit mereka yang menunjukkan golongan darah mereka) lebih mungkin digigit nyamuk.

Baca Juga:Persiapan Tempat Isolasi Terpusat di Solo

Penelitian lain menemukan bahwa olahraga--karena asam laktat yang dikeluarkan dalam keringat dan peningkatan suhu tubuh--juga dapat membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini