Kedelai Impor Mahal, Produsen Tahu Tempe di Kudus Terpaksa Tutup Dua Hari

Penghentian produksi tersebut bukan hanya terjadi di sentra produksi Desa Ploso saja.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 14 Maret 2022 | 20:29 WIB
Kedelai Impor Mahal, Produsen Tahu Tempe di Kudus Terpaksa Tutup Dua Hari
Produsen tahu tempe di Desa Ploso, Kecamatan Jati menghentikan produksi selama dua hari akibat kenaikan harga kedelai. [Foto:dok/Suarabaru.id]

SuaraJawaTengah.id - Sentra produksi tahu tempe di Desa Ploso, Kecamatan Jati menghentikan produksinya selama dua hari, Minggu-Senin (13-14/3/2022).

Penghentian produksi tersebut dilakukan untuk menekan pasar agar mau menerima kenaikan harga jual tahu tempe akibat melonjaknya harga kedelai impor sebagai bahan baku tahu tempe.

Melansir Suarabaru.id--jaringan Suara.com, manajer Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus, Amar Maruf menegaskan penghentian produksi sentra industri tahu tempe di Ploso tersebut bukan bentuk aksi mogok.

“Bukan mogok, tapi ini sebagai cara agar harga jual tahu tempe di pasaran bisa naik. Sebab, selama ini pedagang di pasar masih belum mau jika harga tahu tempe dinaikkan meski harga bahan baku kedelai sudah naik,”kata Amar, Senin (14/3/2022).

Baca Juga:Harga Kedelai Masih Tinggi, Tempe dan Tahu di Pasar Jambu Dua Terlihat Lebih Ramping

Menurut Amar, penghentian produksi tersebut bukan hanya terjadi di sentra produksi Desa Ploso saja, tetapi juga dilakukan sentra produksi lain seperti di Jepara, meski hari pelaksanaannya tidak sama.

Lebih lanjut, Amar menjelaskan kenaikan harga jual tempe tahu tidak bisa dihindari lagi, seiring mahalnya harga kedelai yang saat ini sudah mencapai Rp12.000 per kilogram. Jika tidak naik, produsen tempe tahu tidak bisa mendapat untung, bahkan juga sulit untuk balik modal.

Selain iti, kata Amar, pasokan kedelai dari Semarang mulai terbatas. Setiap harinya, Kudus hanya mendapat jatah 9 ton kedelai.

Kondisi ini membuat stok kedelai impor di gudang Primkopti Kudus saat ini menipis. Jika kondisi normal stok di gudang bisa mencapai 70 ton, saat ini hanya tersisa 30 ton.

“Jumlah tersebut tak sebanding dengan kebutuhan harian kedelai impor di Kudus yang mencapai 20 ton,”tandasnya.

Baca Juga:Ketergantungan Kedelai Impor di Tanah Subur Indonesia, Pakar Pertanian: Kita Harus Mencari Alternatif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak