facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disarankan Makan Sayuran, Ini Cara Mencegah Kolestrol Tinggi Saat Ramadhan

Budi Arista Romadhoni Kamis, 07 April 2022 | 20:00 WIB

Disarankan Makan Sayuran, Ini Cara Mencegah Kolestrol Tinggi Saat Ramadhan
Ilustrasi sayuran hijau.Salah satu upaya untuk mencegah terkena kolesterol tinggi selama ramadhan adalah dengan tidak melupakan asupan setengah piring sayuran. (Pixabay.com/Sponchia)

Salah satu upaya untuk mencegah terkena kolesterol tinggi selama ramadhan adalah dengan tidak melupakan asupan setengah piring sayuran

SuaraJawaTengah.id - Kolestrol masih menjadi masalah masyarakat saat tak bisa menjaga asupan makanan. Apalai saat ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang menyajikan makanan enak, kolestrol bakal sulit terkontrol. 

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP mengatakan, salah satu upaya untuk mencegah terkena kolesterol tinggi selama ramadhan adalah dengan tidak melupakan asupan setengah piring sayuran.

"Setengah piring seharusnya sayur-sayuran," ujar Vito dikutip dari ANTARA Kamis (7/4/2022).

Anjuran tak melupakan sayuran setengah piring ini juga berlaku bagi mereka yang terpaksa harus mengonsumsi makanan digoreng semisal ayam, tahu, tempe goreng atau bakwan usai berbuka puasa.

Baca Juga: Bolehkah Shalat Tahajud Setelah Shalat Witir? Berikut Penjelasannya

"Kalau sulit menghindari gorengan, kalau misalnya makan ayam, tahu goreng, cari sayur untuk menemani. Sepanjang ada sayur sebenarnya dia (gorengan) tidak menyerap kolesterol sebanyak kalau kita tidak makan tanpa sayur," kata dia.

Vito menyarankan saat berbuka puasa pilihlah kurma selain teh hangat, kemudian santap buah-buahan karena tubuh membutuhkan cairan usai sekitar 14 jam berpuasa.

"Ketika makan saat berbuka puasa, perbanyak sayur dan buah. Kurma diawal dan teh hangat. Kita bisa makan buah-buahan. Kan kita butuh cairan jadi kita bisa makan buah naga, semangka. Manis-manis asli buah dan juga ada cairannya," kata dia.

Di sisi lain, dokter Vito  juga menyarankan perlunya menjaga bobot tubuh termasuk lingkar pinggang agar tak melebihi 90 cm bagi pria dan 80 cm untuk wanita. Lingkar pinggang yang melebihi ukuran tersebut bisa menjadi tanda obesitas.

Pada mereka dengan obesitas, maka organ-organ tubuhnya cenderung terbungkus lemak sehingga berisiko menyebabkan kolesterol lebih tinggi. Untuk menurunkan lingkar pinggang yang terlanjur melebihi seharusnya maka diperlukan diet sehat diimbangi olahraga 30 menit per hari untuk membantu mengurangi nafsu makan.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Jadwal Sholat Pandeglang Banten Kamis 7 April 2022

Olahraga juga bisa membantu mengurangi risiko terkena kolesterol tinggi. Olahraga tidak harus lari jika memang tidak sanggup. "Jangan paksain lari. Jalan kaki, jalan cepat cukup. Bukan jalan santai. 30 menit per hari," tutur Vito.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait