Khe Ding Cong dan Paguyuban Lintas Agama Ambarawa, Ikut Bangunkan Warga Muslim untuk Sahur

Ada yang unik dan kental akan toleransi antar sesama umat beragama di kampung Temenggungan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 23 April 2022 | 10:47 WIB
Khe Ding Cong dan Paguyuban Lintas Agama Ambarawa, Ikut Bangunkan Warga Muslim untuk Sahur
Paguyuban lintas agama membawa gerobak Khe Ding Cong untuk membangunkan warga Temenggungan sahur Sabtu (23/04/2022). [Suara.com/Anin Kartika] 

SuaraJawaTengah.id - Jika biasanya menjelang sahur membangunkan warga dengan pengeras suara dari Masjid. Ada yang unik dan kental akan toleransi antar sesama umat beragama di kampung Temenggungan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. 

Sejumlah orang yang tergabung dalam Paguyuban lintas agama Mudita Irsa atau Muda-mudi Temenggungan Irawan Satu. 

Membangunan warga untuk sahur dengan memainkan alat musik Kempul dan Kendang dari kesenian Khe Ding Cong. 

"Anggotanya juga beragam ada yang muslim, Budha, Kristen, dan Katolik. Tapi kalau membangungkan sahur jadi satu, bergantian," ungkap Pembina Khe Ding Cong, Pandita Dhamma Amaro kepada suarajawatengah.id, Sabtu (23/04/22).

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Bogor Jawa Barat Hari Ini Sabtu 23 April 2022

Ia mengatakan, Kesenian Khe Ding Cong merupakan kesenian musik hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Alat musik yang digunakan diantaranya yakni empul dan kendang.

Alat musik tradisional tersebut ditaruh digerobak berwarna merah, pada gerobak merah tersebut juga dipasangi lima bendera mewakili unsur emas, kayu, tanah, air, dan api.

"Ada dupa juga, ini hanya sebagai lambang keserasian dalam menjalani kehidupan," jelas Pandita Dhamma Amaro. 

Ia menerangkan, kesenian Khe Ding Cong untuk membangunkan sahur ini mulai rutin dilaksanakan sejak Ramadan 2020. 

"Ini memang wujud kebersamaan dan toleransi warga, jadi secara sukarela berkeliling kampung setiap hari selama Ramadan," jelasnya. 

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Kota Sambas dan Sekitarnya Sabtu 23 April 2022, Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa

Khe Ding Cong ini biasa digunakan untuk memohon keselamatan saat membuka jalan di waktu kirab. 

"Kami berharap juga seperti itu, warga yang puasa bisa lancar ibadahnya," paparnya. 

Sementara itu, ustaz Zaenal Maarif selaku tokoh agama di Temenggungan mengatakan warga merasa terbantu dengan adanya Khe Ding Cong.

"Ini kan seni kolaborasi yang bermanfaat untuk membangunkan sahur, sehingga kalau libur atau tidak keliling malah ditanyakan warga. Akhirnya dirutinkan oleh pemuda karang taruna, karena memang ditunggu," imbuhnya.

Kontributor : Aninda Putri Kartika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak