Puasa Berat Badan Turun, Ahli Gizi Ingatkan Batasi Makan "Barbar" Saat Lebaran

Kebanyakan orang merasakan euforia sesaat berkat berat badan yang turun beberapa kilogram, tentu saja saat lebaran menjadi hari pembalasan untuk bisa makan sepuasnya

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Mei 2022 | 09:00 WIB
Puasa Berat Badan Turun, Ahli Gizi Ingatkan Batasi Makan "Barbar" Saat Lebaran
Ilustrasi Lebaran. Kebanyakan orang merasakan euforia sesaat berkat berat badan yang turun beberapa kilogram, tentu saja saat lebaran menjadi hari pembalasan untuk bisa makan sepuasnya . (Pexels)

SuaraJawaTengah.id - Selama bulan Ramadhan, kebanyakan orang merasakan euforia sesaat berkat berat badan yang turun beberapa kilogram. Namun, tak lama setelah Hari Raya, seringkali berat badan justru naik lagi, dan bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum puasa.

Ternyata, hal ini normal terjadi. Kondisi tersebut dikonfirmasi dalam penelitian oleh Syam, dkk yang diterbitkan dalam Int J Endocrinol Metab tahun 2016.

Selama berpuasa Ramadhan, beberapa orang mengalami penurunan berat badan yang bermakna, dengan massa lemak tubuh yang menurun secara bermakna.

Hal ini menunjukkan bahwa secara fisiologis sebenarnya tubuh akan mengalami penurunan massa lemak selama berpuasa Ramadhan.

Baca Juga:Dua Kali Lebaran Tak Ada Mudik Gegara COVID-19, Sopir Bus: Alhamdulillah Tahun Ini Pendapatan Meningkat

Akan tetapi, dalam penelitian ini pula diketahui bahwa 4-5 minggu setelah Ramadhan, berat badan serta komposisi tubuh kembali seperti sebelumnya. Karenanya, tidak mengherankan kalau jarum timbangan bergeser semakin ke kanan.

Hal ini dikuatkan dengan suatu meta-analisis oleh Fernando dkk pada 2019, bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan rata-rata sekitar 1.34 kilogram, dengan penurunan yang lebih banyak terjadi pada orang yang obesitas.

Diketahui pula bahwa lebih dari 50 persen penurunan berat badan yang terjadi merupakan massa lemak. Dalam meta-analisis tersebut juga dikatakan bahwa sebenarnya asupan kalori selama berpuasa tidak begitu jauh berbeda dibandingkan dengan saat tidak berpuasa. Lalu, apa yang berbeda?

Diperkirakan bahwa aktivitas yang meningkat, terutama pada malam hari untuk beribadah, menjadi salah satu penyebab meningkatnya pengeluaran energi.

Hal ini menyebabkan tubuh berada dalam keseimbangan energi negatif dan terjadi penurunan berat badan. Dengan bukti di atas, maka sebenarnya kita dapat menjadikan Ramadhan sebagai titik awal dalam mencapai berat badan yang sehat. Bagaimana cara mempertahankannya?

Baca Juga:Hore! Ganjil Genap Ditiadakan di Tempat Wisata Jakarta Saat Libur Lebaran

Dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, Sp.GK, M.Gizi dari Ikatan Dokter Indonesia, dikutip dari siaran resmi, Rabu, menuturkan Anda boleh menikmati momen Hari Raya selama dua hari untuk bisa menyantap hidangan khas Lebaran.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini