facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bisa Bahayakan Penerbangan, Festival Balon Udara di Wonosobo Diamankan Polisi

Ronald Seger Prabowo Rabu, 04 Mei 2022 | 09:00 WIB

Bisa Bahayakan Penerbangan, Festival Balon Udara di Wonosobo Diamankan Polisi
Polisi mengamankan jalannya festival balon udara di Wonosobo. [ANTARA/HO-Polres Wonosobo]

Masyarakat Wonosobo diminta mengikuti aturan dalam menerbangkan balon udara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah personel jajaran Polres Wonosobo mengamankan festival balon udara dalam menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah pada sejumlah titik di daerah ini, Selasa (3/5/2022).

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi mengatakan telah menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan jalannya festival balon udara di empat lokasi di wilayah Wonosobo.

Sebanyak empat lokasi festival balon udara tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu di Desa Karang Luhur dan Desa Sudung Dewo di Kecamatan Kertek, Desa Semayu Kecamatan Selomerto, dan di Kecamatan Kalikajar.

Dalam dua tahun terakhir festival balon udara tidak digelar karena situasi pandemi COVID-19, dan pada Lebaran 2022 festival balon udara diselenggarakan pada 3-8 Mei 2022.

Baca Juga: AirNav Terima Sejumlah Laporan Balon Udara Liar dari Pilot Pesawat di Hari Lebaran

"Kami sudah memploting sejumlah personel gabungan Polres Wonosobo dan Kodim 0707/Wonosobo menjadi empat tim. Keempat tim tersebut dibantu linmas setempat untuk melaksanakan pengamanan baik terbuka maupun tertutup di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan," kata Ganang dilansir dari ANTARA, Rabu (4/5/2022).

Selain itu, pihaknya juga membentuk tim patroli untuk memantau apakah masih ada warga yang menerbangkan balon udara tanpa ditambatkan.

Ganang meminta masyarakat Wonosobo bisa mengikuti aturan yang berlaku dalam menerbangkan balon udara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Ia berharap dengan wadah yang telah disediakan Pemkab Wonosobo melalui festival balon udara dapat mempertahankan tradisi tanpa merugikan pihak mana pun.

"Saya berharap masyarakat dapat mematuhi aturan yang berlaku mengenai penerbangan balon udara, tradisi tetap dipertahankan namun jangan sampai merugikan pihak lain, dalam hal ini adalah penerbangan," tegas dia.

Baca Juga: AirNav Indonesia Kembali Temukan Aktivitas Balon Udara Liar Ketinggian 35 Ribu Kaki

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait