Pedagang Asongan Mengadu ke Ganjar Pranowo, Mereka Mengaku Dilarang Jualan di dalam Kompleks Candi Borobudur

Pedagang asongan mengadu dilarang berjualan di zona 2 kompleks Candi Borobudur kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Sudah lebih dari 2 tahun mereka sama sekali berhenti berjualan

Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 Juni 2022 | 16:53 WIB
Pedagang Asongan Mengadu ke Ganjar Pranowo, Mereka Mengaku Dilarang Jualan di dalam Kompleks Candi Borobudur
Pedagang asongan menjajakan barang kepada para wisatawan di area parkir kompleks Candi Borobudur, Magelang, Senin (13/6/2022). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

"Covid berlalu, Borobudur sudah dibuka. Kami kulonuwon (permisi) minta izin untuk (jualan) seperti dulu. Tapi malah dikasih undangan yang tujuannya divonis nggak boleh jualan," ujar Kodiran.  

Padahal banyak pengasong yang usia berjualannya di kompleks candi lebih tua dari umur berdirinya pengelola Taman Wisata Candi Borobudur.

"Kami berdagang di Borobudur semenjak belum ada Taman Wisata Candi Borobudur. Antara tahun 1982 atau 1983 saya mulai jualan di Candi Borobudur."

Menurut Kodiran, selama berjualan di dalam kompleks candi mereka mudah diatur dan bisa diajak kerja sama. Termasuk saat diwajibkan mengenakan seragam dan menata dagangan.

Baca Juga:3 Poin Alasan Ganjar Pranowo dan Luhut Tunda Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur

"Kami nggak sukar ditata kok. Kami manut, mau diatur juga. Kami juga membantu keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kami mau juga disuruh sana-sini (pindah). Kami manut."

Merasa tersudut, para pedagang kemudian mengadukan masalah ini ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Wisatawan menikmati pemandangan di pelataran Candi Borobudur. Nantinya, hanya pemilik tiket khusus yang boleh berwisata hingga puncak candi. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
Wisatawan menikmati pemandangan di pelataran Candi Borobudur. Nantinya, hanya pemilik tiket khusus yang boleh berwisata hingga puncak candi. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Gubernur mengirim utusan, Plh Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jateng, Setyo Irawan untuk menemui para pedagang asongan.

"Kami dari Pemprov Jateng memfasilitasi, mencatat, dan menginventarisir terkait keluhan yang dialami pedagang asongan. Selanjutnya akan kami sampaikan kepada Gubernur untuk tindak lanjutnya," kata Setyo.

Menurut Setyo, perintah untuk menemui para pedagang asongan disampaikan langsung oleh Ganjar Pranowo. "Intinya kami diminta turun ke lapangan untuk menemui pedagang asongan. Kira-kira keluhannya apa saja."

Baca Juga:Sandiaga Uno Nyatakan Tunda Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur

Dia menilai, tahap pertama yang perlu dilakukan adalah mengakomodir keinginan pedagang untuk bisa kembali berjualan. Mengenai dimana lokasi yang disiapkan akan dibicarakan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini