facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Peringatan Dini dari BMKG, Perairan Selatan Jateng Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi

Budi Arista Romadhoni Kamis, 23 Juni 2022 | 09:47 WIB

Peringatan Dini dari BMKG, Perairan Selatan Jateng Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi
Ilustrasi Gelombang Tinggi. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat (Jabar) hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa berkisar empat sampai enam meter. (Pixabay)

BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat (Jabar) hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa berkisar empat sampai enam meter

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat (Jabar) hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa berkisar empat sampai enam meter atau sangat tinggi.

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap pada Kamis (23/6/2022) menyampaikan peringatan dini mengenai peluang munculnya gelombang tinggi di laut selatan Jabar dan DIY hingga Jumat (24/6) pukul 07.00 WIB.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jabar dan DIY diprakirakan 2,5 sampai empat meter atau tergolong tinggi.

Wilayah perairan selatan Jabar dan DIY meliputi perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.

Baca Juga: Curah Hujan di Jateng Selatan Menurun, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Banjir Hingga Longsor

Teguh mengemukakan bahwa peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan, yang dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa, Laut Jawa, dan Laut Arafuru. Angin yang arah tiupannya cenderung searah dengan kecepatan tinggi dapat memicu terjadinya gelombang tinggi," katanya.

Ia mengimbau warga yang memanfaatkan masa libur dengan berwisata ke pantai selatan Jabar dan DIY tidak bermain air atau berenang di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas karena gelombang tinggi dapat datang sewaktu-waktu.

"Bagi seluruh pengguna jasa kelautan, kami imbau untuk memerhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Kami akan segera informasikan kepada masyarakat jika ada perkembangan lebih lanjut terkait dengan tinggi gelombang," kata Teguh. [ANTARA]

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp110 Ribu Per Kilogram, Pedagang: Minim Pasokan dari Petani dan Karena Cuaca

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait