Sang komandan KRI Spica, Letkol Laut (P) Indragiri, juga mengawasi kala benda tersebut dikeluarkan dari kontainernya.
Sembari memberi perintah ke anggotanya, Letkol Laut (P) Indragiri, berujar benda tersebut adalah Autonomous Underwater Vehicle (AUV) bertipe Kongsberg Maritimes Hugin 1000.
"AUV ini adalah kapal selam mini tanpa awak, perangkat ini sering disebut Remotely Operated Vehicle (TOV). Dan bisa menjalankan misi survei bawah air hingga kedalaman 1.000 meter," ucapnya kepada SuaraJawaTengah.id, Rabu (03/08/22).
Di tengah kesibukannya, ia menerangkan KRI Spica adalah kapal berjenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) atau kapal riset dan survei.
Baca Juga:KRI Dewaruci dan Laskar Rempah Diharapkan Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan Indonesia
"KRI Spica dibuat di galangan OCEA, Les Sables-d'Olonne, Prancis pada 2015 silam. Hingga kini hampir 7 tahun bertugas di perairan Indonesia," paparnya.
![Bentuk Autonomous Underwater Vehicle (AUV) bertipe Kongsberg Maritimes Hugin 1000, fitur utama KRI Spica 934, saat dikeluarkan dari kontainernya oleh anggota TNI AL, Rabu (03/08/22). [Suara.com/Aninda Putri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/04/95141-senjata-di-kri-spica.jpg)
Tak hanya menjelaskan itu, ia menjelaskan mengenai tugas KRI Spica yang dilengkapi fitur AUV. Di mana tugas utama KRI Spica adalah pemetaan bawah laut.
"Dari 2015 KRI Spica telah melaksanakan berbagai misi dari pemetaan dasar lau, survei hingga misi pencarian. Seperti pencarian black box pesawat Lion Air di Laut Jawa beberapa waktu lalu, ekspedisi Jala Citra 2021 Aurora, dengan hasil penemuan beberapa gunung bawah laut Halmahera. Lalu sejumlah misi survei untuk memastikan keselamatan jasa navigasi laut," terangnya.
Letkol Laut (P) Indragiri juga menceritakan nama Spica diambil dari dari nama bintang yang paling terang pada rasi bintang Virgo, yaitu Spica.
Tak berhenti dengan penuturannya, ia mengajak lebih dalam membahas mengenai persenjataan yang ada pada KRI Spica.
Baca Juga:Menteri Nadiem Lepas Kapal Muhibah Jalur Rempah Nusantara
Bahkan Kolonel Laut (P) Indragiri mengajak ke anjungan atas tempat sejumlah senapan berat terpasang.