Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hadapi Anomali Cuaca, Petani Kacang Hijau Kabupaten Grobogan Khawatir Gagal Panen

Ronald Seger Prabowo Selasa, 09 Agustus 2022 | 21:14 WIB

Hadapi Anomali Cuaca, Petani Kacang Hijau Kabupaten Grobogan Khawatir Gagal Panen
Ilustrasi Kacang Hijau. (pixabay)

Imbas adanya cuaca ekstrem seperti kemarau basah membuat tanaman kacang hijau tak tumbuh optimal.

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah petani kacang hijau di kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mengkhawatirkan terjadinya gagal panen pada tanaman mereka. 

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Grobogan, Sholikun mengungkapkan imbas adanya cuaca ekstrem seperti kemarau basah membuat tanaman kacang hijau tak tumbuh optimal.

"Kacang hijau itukan bisa hidup di musik kemarau tapi karena kemarin Juli masih hujan ada beberapa yang mati," ungkap Sholikun, Selasa (9/8/2022).

Sholikun menjelaskan, imbas dari cuaca ekstrem berpangaruh pada pertumbuhan tanaman kacang hijau miliknya.

Baca Juga: Mengintip Bisnis Karaoke di Terminal Purwodadi, Satpol PP Jateng sampai Turun Tangan

Menurut Sholikun, tanaman kacang hijau yang sempurna mampu tumbuh hingga tinggi sampai 60 cm. Namun, saat ini kacang hijau miliknya hanya tumbuh 50 cm. 

"Kalau bagus itu tumbuh sampai 60 cm, karena kemarin ini jadi tidak optimal," jelasnya. 

Sholikun menerangkan, dalam satu hektar lahan mampu memanen kacang hijau sebanyak 1,5 ton hingga 1, 75 ton.

Ia mengaku, memiliki  lahan tanam kacang hijau seluas 2 hektar dan belum bisa memprediksi panen kacang hijau pada tahun ini. 

"Baru panen besok September, dan belum tau apakah bisa dipaanen semua atau tidak," katanya. 

Baca Juga: Antisipisai PMK, Pemkab Grobogan akan Berikan Label Sehat untuk Hewan Kurban

Dia menambahkan, komoditas hasil pertanian berupa kacang hijau di Kabupaten Grobogan juga telah memenuhi kebutuhan ekspor di Malaysia dan Vietnam. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait