Pentas Kolosal Tari Soledo di Candi Borobudur: Kolaborasi Tari Khas 3 Kabupaten

Sebanyak 108 penari menampilkan tarian kolosal Soledo di kompleks Candi Borobudur. Tari kreasi baru yang ruhnya diambil dari tarian khas Magelang, Purworejo, dan Kulonprogo

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:57 WIB
Pentas Kolosal Tari Soledo di Candi Borobudur: Kolaborasi Tari Khas 3 Kabupaten
Pertunjukan perdana Tari Soledo di kompleks Candi Borobudur, Senin (16/8/2022) malam. (Dok. Divisi Komunikasi Publik Badan Otorita Borobudur)

Uniknya tidak seperti model kolaborasi tari kebanyakan yang hanya menampilkan gerak khas tarian secara bergantian, Soledo berhasil meleburkan gerak dan ornamen khas pada keseluruhan penampilan.

Sehingga persona yang muncul adalah tarian baru, namun tetap memiliki jejak rasa tari Soreng, Lengger Tapeng dan Dolalak.

Tidak hanya pada gerak tari, iringan musik yang memasukkan unsur modern sperti flute dan saxophone juga menambahkan unsur baru pada pertunjukan tarian yang akarnya tradisional.        

"Kami bersepakat bahwa tarian ini menjadi tarian identitas baru yang tercipta dari 3 unsur. Tiga unsur itu menjadi kebaruan," kata Kepala Dinas Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito.

Baca Juga:Kuasa Hukum Roy Suryo Ajukan Penangguhan Penahanan dengan Alasan Kesehatan, Polda Metro: Tergantung Penyidik

Tarian ini rencananya akan disosialisasikan ke sangar-sanggar tari dan sekolah. Soledo akan dijadikan pertunjukan tari menyambut tamu di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

"Insyallah kita akan mengundang pada 27 September, Hari Pariwisata Sedunia. Mudah-mudahan bisa berlangsung."

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini