Soroti Kenaikan BBM, Ustazah Mumpuni Baca Puisi yang Menyayat Hati: Keluhan Masyarakat Hanya Dianggap Polusi

Ustazah asal Cilacap ini sampai membuat puisi sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah yang telah menaikkan harga BBM bersubsidi

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 September 2022 | 16:21 WIB
Soroti Kenaikan BBM, Ustazah Mumpuni Baca Puisi yang Menyayat Hati: Keluhan Masyarakat Hanya Dianggap Polusi
Tangkapan layar Ustazah Mumpuni Handayayekti pun turut menyoroti permasalahan BBM bersubsidi yang mengalami kenaikan. [TikTok]

SuaraJawaTengah.id - Naiknya harga BBM bersubsidi yang telah diresmikan pada Sabtu (3/9/2022) oleh pemerintah mendapat banyak protes dari masyarakat.

Mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat lainnya bahkan tak segan turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap keputusan pemerintah menaikan harga BBM.

Seperti diketahui harga BBM bersubsidi Pertalite mengalami kenaikan dari harga Rp 7.650 per liter menjadi 10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter.

Pertamax non subsidi juga alami penyesuaian harga yakni dari Rp 12.500 menjadi 14.500 per liter.

Baca Juga:Buruh Demo di Depan Gedung DPR RI, Tanyakan ke Mana Puan Maharani

Ustazah Mumpuni Handayayekti pun turut menyoroti permasalahan BBM bersubsidi yang mengalami kenaikan.

Ustazah asal Cilacap ini sampai membuat puisi sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah yang telah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Berdasarkan unggahan video di akun TikTok @ks_calon_mubaligh. Berikut ini puisi Ustazah Mumpuni yang isinya menyoroti kenaikan BBM bersubsidi.

Untuk cukup sepiring nasi, demi perut agar terisi, BBM naik tanpa permisi.
Dan rakyat cilik nggak boleh emosi, keluhan masyarakat hanya dianggap polusi.
Bahkan sampai saat ini belum ada yang kasih solusi.

Nyatanya subsidi hanya dinikmati oleh kaum yang bergengsi.
Tidak adil bagi yang berprestasi, karena yang sekedar viral malah yang diapresiasi.

Baca Juga:Buruh: Dulu Nangis-nangis Saat Harga BBM Naik, Kini Puan Maharani Bermanis-manis dengan Pemerintah

Nyatanya terikan aspirasi belum terlahir, sudah diaborsi.
Merdeka hanyalah ilusi bagi kaum cilik yang sudah frustasi.

Puisi ustazah Mumpuni itu sontak saja langsung dibanjiri warganet. Banyak dari mereka yang terenyuh mendengar isi puisi tersebut.

"Makasih ustazah memakili rakyat kecil seperti kami. Semoga ustazah Mumpuni sehat selalu, amin," ucap akun @acong**.

"Ustazah yang mengutarakan dakwah dari sisi kemanusiaan," ujar akun @arian**.

"Dalam pisan menyentuh hatiku," imbuh akun @escam**.

"Semoga puisi ini didengar pak Jokowi," sahut akun @pengg**.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak