Nasdem Harus Kunci Demokrat dan PKS dalam Koalisi Jika Tak Ingin Kehilangan Momentum 2024

Ahmad menyebut dinamika politik menuju 2024 masih dinamis dan komunikasi politik antar partai intens dilakukan.

Siswanto
Rabu, 21 September 2022 | 13:02 WIB
Nasdem Harus Kunci Demokrat dan PKS dalam Koalisi Jika Tak Ingin Kehilangan Momentum 2024
Ketua Umum Partai NasDem (Nasional Demokrat) Surya Paloh memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJawaTengah.id - Analis politik Universitas Muhammadiyah Kupang  Ahmad Atang mengatakan Partai Nasional Demokrat harus mengunci Partai Demokrat dan PKS dalam koalisi di pemilu presiden 2024.

Jika Partai Nasdem tidak dapat mengunci PKS dan Demokrat dalam koalisi, menurut Ahmad, Partai Nasdem bisa kehilangan momentum.

Ahmad menyebut dinamika politik menuju 2024 masih dinamis dan komunikasi politik antar partai intens dilakukan. Itu sebabnya, menurut Ahmad, Nasdem pada titik ini harus mengunci PKS dan Demokrat dalam satu barisan sebelum ditarik oleh koalisi yang lain.

Ahmad mengatakan apabila dilihat dari pengelompokan partai yang akan berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden pada pilpres 2024 mendatang, maka terlihat bahwa PDI Perjuangan dapat mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi karena telah memenuhi syarat 20 persen.

Baca Juga:Pengamat Politik Sebut Jika Nasdem Tak Bisa Kunci PKS, dan Demokrat akan Kehilangan Momentum

Sementara Partai Golkar, PAN, dan PPP telah membentuk Koalisi Indonesia Baru, dan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB, maka partai yang tersisa adalah Nasdem, PKS, dan Demokrat.

"Dengan demikian, menurut saya tidak ada pilihan lain bagi Partai Nasdem harus berkoalisi dengan partai PKS dan Partai Demokrat," kata pengajar ilmu politik pada sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur  itu.

Dia mengatakan dengan dibangunnya koalisi antara Nasdem, PKS, dan Demokrat, maka merupakan perpaduan antara basis nasionalis Demokrat dan nasionalis religius.

Mengenai figur Capres, dia mengatakan jika koalisi ini permanen maka figur yang memiliki peluang besar untuk diusung adalah Anies Baswedan karena Nasdem dan PKS tidak memiliki kader untuk diusung.

Sedangkan Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono, namun popularitas dan elektabilitas tidak cukup meyakinkan untuk dijadikan capres sehingga politik kompromistis tentu diambil agar Anies dan AHY dapat disandingkan.

Baca Juga:Pengamat Politik: Partai Nasdem Harus Kunci Demokrat dan PKS Dalam Satu Koalisi

"Jika koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat dipertemukan oleh figur yang sama maka secara otomatis mereka telah melepaskan basis ideologis masing-masing," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak