Bernilai Jutaan Rupiah, Warga Banjarnegara Olah Tokek Jadi Dendeng dan Diekspor ke Tiongkok

Salah seorang warga Banjarnegara mengolah tokek menjadi dendeng yang bernilai jutaan rupiah.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 29 September 2022 | 11:54 WIB
Bernilai Jutaan Rupiah, Warga Banjarnegara Olah Tokek Jadi Dendeng dan Diekspor ke Tiongkok
 Penampakan dendeng tokek dari Banjarnegara yang siap ekpor ke Tingkok. [Suara.com / Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Salah seorang warga mengolah tokek menjadi dendeng yang bernilai jutaan rupiah. Usaha unik dan terdengar nyleneh ini dilakoni Eko Supriyanto. Warga Kecamatan Bawang, Banjarnegara ini membuat dendeng dari hewan tokek.

Tokek adalah hewan reptil yang kerap dianggap pengganggu dan ditakuti oleh banyak orang. Namun ditangan Eko, hewan satu ini dapat diolah menjadi dendeng.

Ngeri dan geli, jika melihat bentuk dan penampakan dendeng tokek. Membayangkan tokek hidup saja sudah mengerikan.

Tak heran jika banyak yang tidak menyangka jika tokek ternyata bisa dimakan. Bahkan, bisa mendatangkan cuan.

Baca Juga:BKSDA Lepasliarkan Tujuh Lutung Jawa di Hutan Kecamatan Bantur Malang

Laki-laki berusia 40 tahun, sudah menekuni bisnis dendeng tokek sejak tahun 2014 lalu. Ia mendapatkan tokek dari para penangkar dan pemburu tokek.

Ia menerima tokek baik dalam keadaan hidup maupun yang sudah mati. Kemudian, isis perut tokek dikeluarkan.

Proses tersebut dilakukan hingga menyisakan daging, tulang dan kulit.

"Kemudian tokek itu bentangkan lalu dijepit dan dioven selama 15 jam," ungkap Eko, Kamis (29/9/2022).

 Penampakan dendeng tokek dari Banjarnegara yang siap ekpor ke Tingkok,Cina. [Suara.com / Citra Ningsih]
 Penampakan dendeng tokek dari Banjarnegara yang siap ekpor ke Tingkok,Cina. [Suara.com / Citra Ningsih]

Dalam menjalankan bisnisnya, eko dibantu oleh 6 orang karyawan. Dalam sehari, ia mampu menghasilkan hingga 750 sampai 1500 dendeng tokek.

Baca Juga:Duh! Jalan Tertutup Longsor, Anak-anak di Banjarnegaran Gagal Berangkat Sekolah

"kita produksi dengan anak kreatif ini per harinya kurang lebih 700 ekor sampai 1500 ekor," kata dia.

News

Terkini

Betapa terkagetnya wanita itu saat melihat mayat terbujur kaku yang tergelatak hingga mengundang kedatangan warga.

News | 11:06 WIB

Dalam berbagai kasus mafia hukum yang terjadi di Indonsesia, Mahfud MD juga menyinggung keberadaan jaksa hingga polisi.

News | 10:18 WIB

Dengan mulai dibangunnya jalur wisata Baturraden-Serang-Belik, daerah wisata di Kabupaten Banyumas-Purbalingga dan Pemalang akan saling terintegrasi.

News | 19:44 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Tuku Lemah Oleh Omah terus berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan

News | 19:24 WIB

Pembebasan lahan menjadi kendala pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim khusus

News | 19:17 WIB

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB
Tampilkan lebih banyak