"Kalau tak ada jembatan kita lewatnya mana. Ini adalah akses jalan satu-satunya,"ujarnya.
Warga Tambaksari lainnya, Indayah menuturkan saban hari ia merasa prihatin lantaran harus melalui jalan berlumpur untuk pergi ke pasar mencari nafkah.
"Setiap hari saya lewat jalan yang mengerikan buat jualan kepasar, dalam hati saya cuma berdoa ini kapan jembatan akan dibangun," tutur Indayah.
Menurut Indayah, dengan adanya jembatan. Ia sangat berharap untuk mempermudah dirinya selama mencari nafkah berjualan ikan.
Baca Juga:Merinding, Hal Mistis Ganggu Kitman Persija Saat Tandang Melawan PSIS Semarang
"Kalau tak dibangun jembatan saya lewat mau pakai apa? pakai kapal? Kan tidak bisa,"beber Indayah.
Ia mengatakan, saban hari dirinya pergi ke pasar sebelum pukul 11 malam dengan kondisi jalan berlumpur ketika musim hujan.
"Saya ke pasar itu pukul 23.00 WIB, melihat jalannya seperti ini saya sering menangis." terangnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang memutuskan tak melanjutkan normalisasi pembangunan jembatan di Sungai Beringin, Kota Semarang.
Keputusan tersebut diambil setelah penertiban lokasi normalisasi Sungai Beringin, Satpol PP Kota Semarang dihadang ormas dan beberapa warga.
Baca Juga:Ini Dia Sosok Pelatih Baru PSIS Semarang, Ternyata Bukan Orang Baru
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Pemerintah Kota Semarang telah memutuskan untuk tidak membangun jembatan tersebut.