Jalan Terjal Menuntut Keadilan Saksi Korupsi yang Tewas Terbunuh, Keluarga Iwan Budi Tak Menyerah dan Bersurat ke Jokowi

Kasus pembunuhan Iwan Budi yang merupakan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri, hingga kini pelaku utama dan motif kejahatan tersebut belum terungkap secara jelas

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 November 2022 | 14:53 WIB
Jalan Terjal Menuntut Keadilan Saksi Korupsi yang Tewas Terbunuh, Keluarga Iwan Budi Tak Menyerah dan Bersurat ke Jokowi
Doa Arwah Keluarga Iwan Budi yang dipimpin Pastor Keuskupan Khatolik Semarang di Gereja Santo Ignatius, Banjardowo. [Suara.com/Aninda Kartika]

SuaraJawaTengah.id - Kasus pembunuhan Iwan Budi yang merupakan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri, hingga kini pelaku utama dan motif kejahatan tersebut belum terungkap secara jelas 

Tampak lima orang tengah berdiri membentuk setengah lingkaran dan berdoa dengan khidmat, serta mata terpejam di depan altar Gereja Santo Ignatius Loyola Banjardowo, Genuk Kota Semarang. 

Dipimpin oleh seorang pastor dengan menggunakan jubah putih lengkap dan Stola, Romo Budi Purnomo berdiri tepat ditengah empat jemaat lainnya, yang tak lain merupakan keluarga dari ASN Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi yang menjadi korban pembunuhan dan saksi korupsi hibah tanah.

Suara Romo Budi seketika  memecah keheningan di dalam gereja, Kala ia tengah memulai doa arwah bersama dengan ketiga anak dan istri Iwan Budi.

Baca Juga:Sebelum Tewas Dibunuh, PNS Semarang Saksi Korupsi Ternyata Dapat Promosi Kenaikan Jabatan

"Kami disini akan mendoakan arwah Iwan Budi bersama dengan istri dan ketiga anaknya," tutur Romo Budi, Kamis (03/11/22).

Selain melakukan doa arwah, Romo Budi juga memanjatkan doa agar kasus pembunuhan Iwan Budi dapat diusulkan tuntas oleh pihak kepolisian. 

" Semoga kasus pembunuhan bapak Iwan Budi dapat diusut tuntas," katanya.

Usai melakukan doa arwah, Romo Budi menuturkan dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Iwan Budi, diperlukan pengawalan dari berbagai pihak serta elemen masyarakat.

"Perulunya pengawalan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat untuk kasus ini,"ucap Romo Budi.

Baca Juga:Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Pembunuhan Pegawai Bapenda Kota Semarang, Ini Kata Kapolda Jateng

Menurutnya, sebagai seorang pastor Khatolik. Dirinya akan mendampingi secara spiritual  dan memberi dukungan moril untuk menguatkan keluarga Iwan Budi yakni anak dan istrinya, dalam mengusut kasus terbunuhnya saksi korupsi tersebut. 

"Sebagai pastor, saya akan mendampingi untuk menguatkan keluarga bapak Iwan Budi,"imbuhnya. 

Selain itu, Romo Budi mengaku telah mempertemukan keluarga Iwan Budi dengan pengacara yang saat ini menjadi pendamping hukum
kasus tewasnya Iwan Budi.

"Saya melayani jemaat seperti Keluarga Iwan Budi dengan penuh kasih dan memberikan harapan ketika dibutuhkan contohnya dalam kasus ini,"terang Romo Budi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol.Irwan Anwar mengecek temuan tulang dari bagian jasad terbakar di kawasan Marina, Kota Semarang, Rabu (14/9/2022). [ANTARA/ I.C.Senjaya]
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol.Irwan Anwar mengecek temuan tulang dari bagian jasad terbakar di kawasan Marina, Kota Semarang, Rabu (14/9/2022). [ANTARA/ I.C.Senjaya]

Kirim Surat ke Jokowi

Usai melakukan doa arwah di Altar Gereja Santo Ignatius, Theresia Saraswati anak pertama dari Iwan Budi mengungkapkan bakal mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

"Surat ini akan dikirim ke pak presiden," ungkap Theresia. 

Ia menjelaskan, isi surat tersebut berisi permohonan keadilan dan perhatian dari Presiden terhadap kasus yang menimpa sang ayah.

"Untuk isi surat ini, memohon keadilan dan juga atensi untuk Presiden serta para petinggi negara,"jelasnya.

Theresia mengatakan, selain kepada Presiden surat permohonan tersebut juga ditujukan kepada Panglima TNI serta beberapa pihak 
seperti Menteri Kordinator Bidan Politik dan Hukum Keamanan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Kepolisian Negara RI, Jaksa Agung, Ketua Komnas HAM, Ketua LPSK, Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Wali Kota Semarang.

"Supaya kasus ini bisa dituntaskan tanpa intervensi dari pihak lain," tutur Theresia lirih.

Sementara itu, Pengacara keluarga Iwan Budi, Yunantyo Adi Setiawan mengatakan, bakal mengirim surat kepada  Panglima TNI pada, pada Senin (07/11) mendatang.

"Rencana akan ketemu khusus, tapi tembusan tetap kami kirim kan juga ke Panglima," ungkap Yunantyo.

Ia mengungkap, kasus ini membutuhkan atensi khusus dari Panglima TNI Jendral Andika Perkasa.

"Karena permasalah ini memerlukan adanya atensi khusus dari Panglima, disebabkan ada dugaan anggota atau alat negara yang menurut penyilidikan sementara terlibat dalam kasus pembunuhan ini," terang Yunantyo.

Ia juga menyebutkan, sebelumnya Panglima telah membenarkan adanya anggotanya yang telah diperiksa.

"Dan itu Panglima sendiri menyatakan kepada pers tentang adanya anggota yang diperiksa terkait meninggalnya almarhum Iwan Boedi Prasetjo," tuturnya.

Hal ini, ia lakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dimana, kasus ini memerlukan ketegasan khusus dari Panglima TNI.

"Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dibawah-bawahnya, dan perlu ketegasan khusus dari panglima sendiri agar proses hukum dilapangan nanti bisa berjalan dengan baik," paparnya.

Menurutnya, itu menjadi kehati-hatian jika benar terbukti dalam penyidikan terdapat anggota yang dinyatakan sebagai terduga.

"Karena tanpa adanya atensi Panglima sementara ini, kasus ini sulit berjalan, kami juga menduga adanya hal yang merintangi keadilan proses penyidikan yang sedang berjalan di kepolisian saat ini," imbuhnya. 

Sebelumnya, ASN Bapenda Kota Semarang ditemukan tewas terbunuh dengan kondisi dibakar dan tanpa kepala pada awal September lalu. Iwan Budi merupakan saksi korupsi hibah tanah dan sempat menghilang beberapa waktu sebelum ditemukan meninggal. 

Kontributor : Aninda Putri Kartika

News

Terkini

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyorot kesejahterakan guru honorer, ia meminta kepala daerah memberikan upah yang layak minimal UMK

News | 10:51 WIB

Kepala BPOM, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP membongkar bahwa hal ini benar-benar disengaja. Pihaknya mengungkapkan ada 6.000 link penjual obat mematikan tersebut

News | 10:42 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengangkat kisah Bima, sosok lakon pewayangan Dewa Ruci dalam Peringatan Hari Guru Nasional ke 77, Jumat (25/11/2022)

News | 10:26 WIB

Kemenangan Braszil atas lawannya Serbia harus dibayar mahal. Sebab, pemain andalannya Neymar harus ditandu keluar lapangan dan kini menjalani perawatan.

News | 10:19 WIB

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep akan segera melepas masa lajangnya. Ia akan menikahi perempuan asal Yogyakarta Erina Gudono.

News | 08:18 WIB
Tampilkan lebih banyak