Kekurangan Siswa, SD Negeri di Kota Semarang Ini Ternyata Hanya Tinggal Plang Nama

Masih terdaftar di sistem Pendaftaran Peserta Didik (PPD) Kota Semarang. Sampai detik ini SDN 04 Jomblang, Kecamatan Candisari, belum memiliki daftar siswa baru

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 27 Juni 2023 | 07:05 WIB
Kekurangan Siswa, SD Negeri di Kota Semarang Ini Ternyata Hanya Tinggal Plang Nama
Penampakkan SDN 04 Jomblang Kota Semarang yang tinggal plang nama saja. Senin (26/6), [Suara.com/Ikhsan]

SuaraJawaTengah.id - Masih terdaftar di sistem Pendaftaran Peserta Didik (PPD) Kota Semarang. Sampai detik ini SDN 04 Jomblang, Kecamatan Candisari, belum memiliki daftar siswa baru.

Setelah ditelusuri sekitar pukul 12.20 WIB, SDN 04 Jomblang hanya tinggal plang nama yang tertempel di gerbang masuk. Sementara, papan nama di halaman sekolah tepat di depan tiang bendera justru bertuliskan SDN 03 Jomblang.

Para guru dan staf disana juga tidak ada yang mengaku dari SDN 04 Jomblang. Saya pun dibuat heran dengan kondisi tersebut.

"Sudah mergernya mas dengan SDN 03 Jomblang," ucap seorang lelaki yang melintas di halaman sekolah pada SuaraJawaTengah.id, Senin (26/6).

Baca Juga:Cakupan UHC di Kota Semarang dan Demak Hampir 100 Persen, Transformasi Layanan Program JKN Mudahkan Peserta

Lalu saya diarahkan menemui Kepala Sekolah SDN 03 Jomblang yang tidak jauh dari bekas gedung SDN 04 Jomblang.

Setelah bertemu, diakui Kepala Sekolah SDN 03 Jomblang, Nugroho, menjelaskan kalau SDN 04 Jomblang sudah ditutup sejak akhir tahun 2019.

"Di sistemnya belum terhapus, jadi SDN 04 Jomblang masih terdaftar di website resmi https://ppd.semarangkota.go.id/. Padahal sekolahnya sudah merger dengan SDN 03 Jomblang," ucap Nugroho pada SuaraJawaTengah.id, Senin (26/6).

Kekurangan Siswa

Menurut Nugroho alasan pergabungan dua sekolah tersebut karena minim siswa. Selain itu letak geografis kedua sekolahan tersebut sangat berdekatan. Tidak ada satu kilometer.

Baca Juga:Tandai Akhir Tahun Akademik, SD Negeri 1 Sakawayana Gelar Upacara Adat, dan Kreasi Budaya

"Akhirnya atas pertimbangan dua sekolah itu merger jadi satu. Karena dua sekolah itu masih di wilayah satu RT yang sama," beber Nugroho.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini