Asal Usul Kampung Petojo, Tempat Ganjar Pranowo Pernah Ngekos di Jakarta

Calon Presiden Ganjar Pranowo melakukan napak tilas kos di Kampung Petojo Sabangan, Gambir, Jakartra Pusat

Muhammad Yunus
Sabtu, 06 Januari 2024 | 15:39 WIB
Asal Usul Kampung Petojo, Tempat Ganjar Pranowo Pernah Ngekos di Jakarta
Calon Presiden Ganjar Pranowo melakukan napak tilas kos di Kampung Petojo Sabangan, Gambir, Jakarta Pusat [Suara.com/Instagram Ganjar Pranowo]

SuaraJawaTengah.id - Calon Presiden Ganjar Pranowo melakukan napak tilas kos di Kampung Petojo Sabangan, Gambir, Jakarta Pusat.

"Seneng sekali ketemu Bu Ros, ibu kos terbaek yang dulu suka nyuciin baju saya. Alhamdulillah beliau masih sehat seger waras," kata Ganjar Pranowo di Instagramnya.

Zaenuddin HM, dalam buku 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe, menjelaskan sejarah kawasan Petojo.

Dalam buku disebut dahulu kawasan Petojo adalah tempat tinggal Arung Pattojo atau Aru Patuju dari daerah Bone, Sulawesi Selatan. Teman seperjuangan dan utusan Arung Palakka yang kemudian sama-sama bergabung dengan tentara Belanda/VOC.

Baca Juga:Momen Ganjar Pranowo Bertemu Bu Ros: Ibu Kos Terbaek yang Suka Nyuciin Baju Saya

Pada awal abad ke-17, Petojo masih berupa hutan belantara tanpa penghuni. Namun, setelah Phoa Bingaan membuat terusan Molenviet, penghubung kota lama dan sebelah selatannya, maka berdatangan banyak orang masuk ke Petojo.

Adapun asal mula nama Petojo, itu ternyata ada banyak versi, diantaranya yang meyakini Petojo berasal dari nama pemlik kawasan tersebut yakni Komandan Petuju Jongker.

Selanjutnya ada yang menyebut Petojo karena di daerah itu, yang kini menjadi Jalan Suryopranoto, dahulu terdapat pabrik es Petojo yang pada saat itu merupakan paberik es terbesar di Jakarta.

Pendapat lain mengungkapkan bahwa Petojo berasal dari nama Datuk Petuju, anak buah Arung Palakka yang merupakan Raja Bone, yang datang ke Batavia meminta bantuan Belanda dalam peperangan melawan Sultan Hasanuddin dari Makassar.

Selain itu, ditegaskan bahwa kawasan Petojo pada era 1930-an menjadi tangsi bagi tentara dan kuburan Belanda.

Baca Juga:TPN Ganjar-Mahfud Beberkan Strategi Terkait Pengelolaan Industri Pertahanan Jelang Debat Capres Ketiga

Petojo berasal dari nama seorang pemimpin orang-orang Bugis yang pada 1663 mendapatkan hak pakai kawasan tersebut.

Ia bernama Arung Petuju. Perubahan dari petuju menjadi petojo tampaknya lazim di Batavia pada waktu itu. Seperti halnya kata pancuran kemudian diucapkan jadi pancoran.

Pada 1816 kawasan Petojo sudah dimiliki oleh Willem Wardenaar di samping tanah-tanah di daerah-daerah lainnya, seperti Kampung Duri dan Kebon Jeruk yang pada waktu itu biasa disebut Vredelust.

Petojo merupakan nama kawasan di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, yang kini wilayahnya dibagi 2 menjadi Petojo Utara dan Petojo Selatan. Dahulu kawasan itu cukup teduh karena banyak pepohonan rindang.

Namun, seiring dengan perkembangan kota Jakarta, banyak pohonannya ditebang untuk mendapatkan lahan yang dibangun perumahan dan perkantoran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak