Mitos Banjir Demak dan Penyembelihan Kambing Kendhit, Ini Arti dan Tujuannya

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Demak ramai dikaitkan dengan tak adanya ritual sedekah kambing kendhit

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 22 Maret 2024 | 08:23 WIB
Mitos Banjir Demak dan Penyembelihan Kambing Kendhit, Ini Arti dan Tujuannya
Ilustrasi kambing. (Unsplash/Qamma Farm)

Sebenarnya, ritual tersebut tidak hanya dipercaya oleh masyarakat Demak, akan tetapi telah dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta. Ritual Wedhus Kendhit itu telah dilakukan secara berkala oleh masyarakat Dusun Sebatur, Kalirejo, Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Dalam ritual tersebut, kambing yang disembelih itu kemudian dimasak oleh warga, khususnya laki-laki. Tak seperti kebanyakan memasak pada umumnya, dalam ritual ini semua laki-laki tidak boleh mencicipi masakannya.

Sementara itu, kepala kambing yang disembelih kemudian diarak disertai dengan tenongan yang berisi sesajian dan alunan sholawat. Kepala tersebut kemudian didoai oleh para pemuka agama setempat, kemudian dikuburkan.

Sementara, keempat kaki wedhus kendhit dikuburkan di empat titik yang merupakan penjuru dusun Sebatur. Seluruh pemuka agama meminta agar penduduk desa tersebut diberikan keselamatan. Setelah ritual selesai, masakan dari kambing tersebut dimakan bersama-sama sebagai penutup upacara.

Baca Juga:Diterjang Banjir, InI Video Penampakan Komplek Makam Sunan Kalijaga Nyaris Tenggelam

Untuk itu, sedekah kambing kendhit atau selamatan itu dikhususkan sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan.

Kontributor : Dinnatul Lailiyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini