Rustanto, warga Tlogosari saat ditemui di pangkalan Sunarto menuturkan, jika ia sudah biasa langganan membeli LPG 3 kg di pangkalan tersebut. Rustanto yang menggunakan LPG 3 kg untuk memasak itu bahkan mengaku setiap ke pangkalan selalu mendapatkan LPG 3 kg dan tidak pernah ditolak.
"Saya pakai LPG 3 kg untuk masak. Satu tabung ini biasanya habis untuk konsumsi 5 - 7 hari. Dan setiap kali beli lagi ke pangkalan Pak Narto ini selalu dapat. Sudah jadi langganan, tidak pernah kosong dan tidak pernah ditolak," ujarnya.
Komentar senada juga diungkapkan Darsih, warga Tambakboyo. Diakuinya, tidak pernah ada kendala setiap kali melakukan pembelian LPG 3 kg, baik dari sisi stok maupun proses penggunaan Aplikasi MyPertamina.
"Saya selalu beli LPG 3 kg di sini (pangkalan Sunarto-red) selalu ada, nggak pernah kosong. Harganya juga normal sesuai HET Rp15.500 per tabung," jelasnya.
Baca Juga:Wow! Ada Promo Melimpah di Bulan Ramadan dari MyPertamina
Terpisah Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah, Aji Anom Purwasakti mengatakan, Pertamina Patra Niaga telah menambah pasokan LPG 3 kg hingga 7,36 juta tabung. Jumlah tersebut diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berlebaran di Jawa Tengah dan DIY.
"Khusus di Jawa Tengah dan DIY, pada awal April sudah kami suplai tambahan pasokan LPG 3 kg lebih dari satu juta tabung. Harapannya tambahan stok ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentun Ramadhan dan Lebaran," jelas Aji Anom.
Dengan stok yang sangat mencukupi, lanjut Aji Anom, masyarakat dihimbau untuk tidak 'punic buying' dalam pembelian LPG 3 kg. Adapun sesuai aturan, seluruh pembelian LPG 3 kg juga tetap harus menggunakan subsidi tepat MyPertamina.
"Belilah LPG 3 kg secara bijak, sesuai kebutuhan, dan tetap patuhi aturan dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), yang nantinya akan didata dan dicatatkan oleh pangkalan," tandasnya.