Dari Semarang, Victoria Care Indonesia Siap Kuasai Pasar Kecantikan ASEAN dengan Bahan Alami

PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mengembangkan industrinya di Semarang untuk bisa menguasai pasar ASEAN

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 25 Juli 2024 | 15:33 WIB
Dari Semarang, Victoria Care Indonesia Siap Kuasai Pasar Kecantikan ASEAN dengan Bahan Alami
Proses produksi produk kecantikan di PT Victoria Care Indonesia Tbk Semarang, Kamis (25/7/2024).

Berdasarkan data dari Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pertumbuhan jumlah industri kosmetik di Indonesia mencapai 21,9%, yakni dari 913 perusahaan di tahun 2022 menjadi 1.010 perusahaan pada pertengahan 2023.

Selain itu industri kosmetik nasional juga mampu menembus pasar ekspor dimana secara kumulatif untuk periode Januari-November 2023 nilai ekspor untuk produk kosmetik, wewangian, dan essential oils tercatat mencapai USD770,8 juta.

"Korea sangat sukses dengan ekonomi kreatif mereka. Produk lifestyle makin diminati. Apalagi penduduk mayoritas dari Gen Z. Dan ini pasti akan terus berkembang," ujar Gandi

Ia menyebut, jangan sampai Indonesia hanya bisa menjadi pasar penjualan produk luar negeri. Tetapi juga bisa menjadi produsen.

Baca Juga:Wajib Masuk List! Ini 5 Bakso Terenak di Semarang

"Produk kesehatan dan kecantikan ini naiknya luar biasa. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar," ujarnya.

Direktur Operasional PT Victoria Care Indonesia Tbk, (VICI) Sumardi Widjaja mengatakan saat ini banyak produk kosmetik yang beredar dipasaran, namun perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Hal itu, karena komitmen perusahaan yang fokus pada produk kecantikan yang menggunakan bahan alami.

“Ekspansi kami masih seputar perawatan tubuh, rambut dan kulit wajah dengan bahan yang murni atau herbal. Kami ingin menguasai pasar ASEAN, sementara kita sudah masuk di Brunei Darrusalam, Timor Leste, Malaysia, Philipina dan Vietnam,” ujar Sumardi.

Bahkan Negara lain, seperti Korea Selatan, Jepang, China dan wilayah Timur Tengah tak lepas dari penyebaran penjualan produk dari PT VICI.

“Kami mulai semua dari penjualan offline dengan distribusi yang massif, namun dengan perkembangan dunia digital atau online kita mau tidak mau turut serta ikut. Dan kini kami bisa mengakselerasi keduanya, bahkan penjualan offline kami 20 persen,” tambahnya.

Baca Juga:Lingkungan Pemkot Semarang Digeledah KPK, Mbak Ita Bantah Menghilang

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini