Polemik Pilkada Kendal: Pengamat Politik Sebut Pencabutan Dukungan PKB Sah

Polemik pilkada kabupaten kendal menjadi perhatian banyak pihak, upaya melakukan gugatan dilakulan oleh PKB

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 01 September 2024 | 17:36 WIB
Polemik Pilkada Kendal: Pengamat Politik Sebut Pencabutan Dukungan PKB Sah
Ilustrasi pilkada. [Ist]

Diketahui, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan mengusung Dico Ganinduto berpasangan dengan KH Ali Nurudin atau akrab disapa Ustadz Ali untuk Pilkada Kudus 2024 pada Kamis 29 Agustus 2023 malam.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid berharap KPUD Kendal menerima pencalonan Dico Ganinduto sebagai bakal calon bupati Kendal yang diusung dari PKB di Pilkada 2024.

"Kami berharap KPUD dan Bawaslu dapat memahami dan menerima pencalonan Dico dari PKB. Wajar bila setiap partai memiliki dinamikanya masing-masing," kata Jazilul.

Jazilul mengatakan dukungan terhadap Dico dilakukan karena memiliki peluang yang kuat untuk menang di Pilkada Kendal. Terlebih, Dico merupakan bupati petahana di Kendal.

Baca Juga:Berkas Pencalonan Dico Ganinduto di Kendal Dikembalikan KPU, Pakar: Bisa Diuji Ulang ke Bawaslu

"DPC PKB Kendal wajib mengawal dan mengamankan perintah DPP PKB," kata dia.

Jazilul mengatakan langkah PKB yang merubah dukungan itu sebagai bagian dari dinamika politik. Ia pun menjelaskan jika DPP PKB telah mencabut Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Tika-Benny sebelum pendaftaran di tutup.

"Kan, kita mencabut SK sebelum pendaftaran tutup. Secara administratif bila SK lama sudah dicabut maka yang berlaku SK yang baru," kata dia.

Karenanya, pihaknya berpendapat tak ada alasan bagi KPU untuk tidak memproses keputusan DPP PKB untuk pencalonan Dico.

"Sebab masih ada tahap verifikasi berkas," ujar Jazilul.

Baca Juga:Gagal Maju Pilkada Kendal, Dico Ganinduto Gugat Sengketa ke Bawaslu, Ini Penyebabnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini