Liburan Nataru 2024: Waspada Tarif Bus Murah, Utamakan Keselamatan!

Akademisi menyoroti pentingnya keselamatan transportasi wisata dan evaluasi program mudik gratis pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 07 Desember 2024 | 14:10 WIB
Liburan Nataru 2024: Waspada Tarif Bus Murah, Utamakan Keselamatan!
ilustrasi Mudik dengan transportasi umum dengan bus. (unsplash/Jalal Kelink)

SuaraJawaTengah.id - Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno,  menyoroti pentingnya keselamatan transportasi wisata dan evaluasi program mudik gratis pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik gratis tidak cukup hanya berdasarkan angka statistik hasil survei, tetapi juga harus memperhatikan fakta di lapangan agar lebih tepat sasaran.

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (2024), potensi pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 110,67 juta orang (39,30%). Mayoritas perjalanan masih terpusat di Pulau Jawa, dengan Jawa Tengah (17,10%) dan DI Yogyakarta (15,77%) sebagai tujuan utama. Moda transportasi yang dominan digunakan meliputi mobil (36,07%), sepeda motor (17,71%), dan kereta api (15,05%).

Di pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, lonjakan aktivitas diperkirakan signifikan. Djoko mengingatkan pentingnya pengelompokan moda seperti sepeda motor, bus, dan mobil penumpang, serta penerapan sistem penundaan (delaying system) yang disiplin untuk menghindari kekacauan seperti yang terjadi pada musim mudik Lebaran 2024.

Baca Juga:Awas! Ini 4 Shio yang Kurang Beruntung di Tahun 2024

"Tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun, yang juga bersamaan dengan liburan sekolah, membuat keselamatan transportasi wisata menjadi prioritas utama. Berdasarkan survei, 45,67% masyarakat bepergian untuk berwisata," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (7/12/2024).

Djoko menekankan perlunya penerapan standar keselamatan transportasi sesuai Surat Edaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. SE/8/DI.01.01/MK/2022.

Selain itu ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur tarif sewa bus wisata yang murah, tetapi mengabaikan aspek keselamatan. Fasilitas seperti alat P3K, pemadam kebakaran, pintu darurat, dan palu pemecah kaca harus tersedia. Perusahaan transportasi wisata wajib melakukan uji kelaikan kendaraan secara berkala.

"Program mudik gratis untuk sepeda motor kurang efektif dalam mengurangi kemacetan. Sebaliknya, pengadaan bus gratis perlu diperbanyak, terutama untuk daerah seperti Lampung yang memiliki kebutuhan angkutan lebih besar. Menurut data, sepeda motor telah menjadi moda dominan dengan 137,35 juta unit terdaftar (83,68% dari total kendaraan bermotor di Indonesia). Hal ini membuat mudik gratis sepeda motor di Jawa dianggap tidak lagi relevan," tulisnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan moda transportasi umum di daerah-daerah dengan mayoritas umat Kristen dan Katolik, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Papua. Selain itu, ia menilai bahwa program pelayaran gratis yang dimulai saat musim mudik Lebaran 2024 telah memberikan manfaat bagi masyarakat yang tidak mampu membeli tiket pesawat.

Baca Juga:Ini 4 Fakta Menarik Seputar Tahun Baru Imlek 2024 , Naga Kayu Bisa Memberikan Keberuntungan Baru

Djoko menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan transportasi pada periode Nataru 2024/2025 akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan mudik Lebaran 2025. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan mampu memperbaiki sistem transportasi dan memastikan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak