Profil Band Sukatani, Duo Punk Asal Purbalingga yang Viral Usai Minta Maaf ke Kapolri

Band Sukatani minta maaf & tarik lagu "Bayar Bayar Bayar" dari peredaran setelah kritik oknum polisi viral

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 Februari 2025 | 09:30 WIB
Profil Band Sukatani, Duo Punk Asal Purbalingga yang Viral Usai Minta Maaf ke Kapolri
Band Sukatani. [Instagram/sukatani.band]

Salah satu contohnya adalah lagu Gelap Gempita, yang menyoroti kelompok yang haus akan kekuasaan.

Potongan liriknya berbunyi:

"Di dalam otak mereka hanyalah kekuasaan,
Di dalam hati mereka tak ada kepuasan,
Di dalam cara mereka terpampang kedzaliman."

Band ini merilis album Gelap Gempita pada 24 Juli 2023.

Baca Juga:Akademisi: Janji Entaskan Kemiskinan, Luthfi Harus Perbaiki Transportasi Jateng

Sukatani hanya beranggotakan dua orang, Ovi alias Twister Angel (vokal) dan AI alias Alectroguy (gitar). Nama Sukatani sendiri dipilih sebagai simbol dari desa yang asri dan makmur.

Gaya musik mereka terinspirasi dari band anarcho-punk era 80-an serta beberapa grup proto-punk awal. Namun, banyak pendengar yang menganggap musik mereka lebih condong ke arah post-punk dan new wave.

Sukatani terbentuk atas inisiatif Ovi, yang telah lama aktif di skena musik Purwokerto. Sebagai seorang vokalis sejak 2013, ia memiliki keinginan kuat untuk menulis lirik lagu. Kemudian, ia mengajak AI untuk mengisi materi musik, hingga akhirnya mereka mendirikan band ini pada Oktober 2022.

Album Gelap Gempita yang mereka rilis pada 2023 berisi delapan lagu, termasuk Bayar Bayar Bayar, yang akhirnya ditarik pada 2025.

Kebanyakan lagu dalam album tersebut mencerminkan keresahan sosial mereka, seperti lagu Alas Wirasaba, yang menceritakan kehilangan tempat bermain masa kecil akibat pembangunan bandara.

Baca Juga:Miris! Belasan Tahun Rawat Anak Lumpuh, Ayah Tunanetra Ini Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

Lagu Sukatani yang menjadi track pembuka juga mengangkat isu pertanahan, bahkan memasukkan cuplikan wawancara seorang warga yang mengalami permasalahan tanah dengan aparat.

Menariknya, beberapa lagu Sukatani dibawakan dalam bahasa ngapak, seperti Sukatani dan Alas Wirasaba, sementara lagu lainnya menggunakan bahasa Indonesia.

Band ini tetap beranggotakan dua orang tanpa tambahan personel. Untuk menyiasati keterbatasan instrumen saat tampil, AI menggubah suara drum dan bass secara digital, sementara ia sendiri memainkan gitar dan Ovi mengisi vokal. Saat tampil live, mereka menggunakan synthesizer atau rekaman suara latar.

Meski hanya berdua, aksi panggung Sukatani selalu berhasil menarik perhatian. Mereka kerap memulai pertunjukan dengan membagikan hasil bumi seperti sayuran kepada penonton.

Penggemar mereka dikenal loyal dan militan, sering kali membawa bendera serta mengenakan topeng balaclava saat menghadiri konser.

Popularitas Sukatani semakin meningkat setelah tampil di berbagai festival besar seperti Synchronize Fest 2024, Pestapora 2024, Bukan Main, dan Cherry Pop 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak