Ultimatum Gubernur Jateng! ASN Lamban dan Titipan, Siap-siap Tersingkir

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi membuat gebrakan dengan membongkar borok birokrasi. Ia menyentil ASN yang hanya jadi 'tukang habisin anggaran' dan melarang keras budaya jelek

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 23 Juli 2025 | 16:28 WIB
Ultimatum Gubernur Jateng! ASN Lamban dan Titipan, Siap-siap Tersingkir
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II Tahun Anggaran 2025 di Gedung B lantai 5 kantornya, Selasa 23 Juli 2025.[Dok Humas]

SuaraJawaTengah.id - Belum lama menjabat, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung tancap gas. Mantan Kapolda Jateng ini tak segan membongkar kultur kerja Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang dinilainya lamban dan sekadar rutinitas.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II 2025, Luthfi mengeluarkan sejumlah pernyataan menohok yang menjadi sinyal kuat adanya perombakan besar-besaran dalam cara kerja birokrasi di Jawa Tengah.

Gebrakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan ultimatum bagi para abdi negara untuk segera berbenah atau tersingkir. Luthfi secara gamblang menyoroti beberapa 'penyakit' kronis yang selama ini menggerogoti efektivitas pemerintahan.

Berikut adalah lima gebrakan tajam Ahmad Luthfi untuk mereformasi birokrasi di Jawa Tengah:

Baca Juga:Dukung Wisata Digital, BRI Hadirkan Layanan QRIS di JPI Grobogan

1. Sikat Habis Budaya Titipan dan "Orang Dekat Gubernur"

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II Tahun Anggaran 2025 di Gedung B lantai 5 kantornya, Selasa 23 Juli 2025.[Dok Humas]
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II Tahun Anggaran 2025 di Gedung B lantai 5 kantornya, Selasa 23 Juli 2025.[Dok Humas]

Salah satu sorotan paling keras dari Luthfi adalah praktik kronisme dan nepotisme. Ia secara eksplisit melarang adanya klaim sebagai "orang gubernur" untuk memuluskan urusan atau mendapatkan posisi.

Baginya, profesionalisme adalah harga mati dan tidak bisa ditawar.

“Saya sudah tekankan, tidak boleh di dinas kita itu ada istilah “iku wonge gubernur, orang dekat gubernur”, nggak ada, begitu nyebut nama saya, coret! dan harus profesional,” katanya tegas.

Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa era favoritisme telah berakhir dan sistem merit akan menjadi panglima dalam penempatan dan evaluasi kinerja ASN.

Baca Juga:Darurat Sampah di Jateng, Wakil Ketua DPRD Gagas Edukasi Lingkungan Lewat Sport Tourism

2. Stop Jadi 'Tukang Habisin Anggaran'

Ilustrasi ASN. [Ist]
Ilustrasi ASN. [Ist]

Luthfi mengkritik keras paradigma birokrasi yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran tanpa memikirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak OPD yang pasif dan baru bergerak setelah pagu anggaran tersedia. Ia menuntut adanya perubahan mindset total.

“Tidak cukup hanya bicara pagu. Perlu terobosan kreatif dari masing-masing OPD. Evaluasi hari ini sangat penting, tetapi yang lebih penting adalah orientasi hasil,” tegas Luthfi.

Ia mengingatkan agar anggaran tidak hanya dibelanjakan secara administratif, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.

3. Haramkan Kerja Rutin Tanpa Inovasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak