Kapan Dusta Jadi Halal? Ini 5 Kebohongan yang Diperbolehkan Islam, Bahkan Bisa Jadi Wajib!

Berbohong umumnya dosa besar dalam Islam, namun ada kondisi darurat yang membolehkannya demi kemaslahatan. Ketahui 5 jenis kebohongan yang diizinkan syariat

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 19 Agustus 2025 | 07:36 WIB
Kapan Dusta Jadi Halal? Ini 5 Kebohongan yang Diperbolehkan Islam, Bahkan Bisa Jadi Wajib!
ilustrasi berbohong (freepik.com/rawpixel.com)

5 Contoh Kebohongan yang Diperbolehkan

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, para ulama merinci beberapa situasi spesifik di mana kebohongan demi kebaikan menjadi pilihan yang dibenarkan syariat. Berikut adalah lima di antaranya:

1. Demi Mendamaikan Pihak yang Berseteru
Untuk meredakan konflik dan permusuhan, seseorang boleh mengatakan hal yang tidak sepenuhnya benar kepada pihak yang bertikai. Misalnya, mengatakan kepada si A bahwa si B sebenarnya memujinya, padahal tidak, dengan tujuan melunakkan hati mereka dan membuka jalan perdamaian.

2. Strategi dalam Peperangan
Dalam peperangan yang sah untuk membela agama dan negara, taktik dan strategi untuk mengecoh musuh adalah hal yang diperbolehkan. Menyampaikan informasi palsu untuk mengelabui lawan, melindungi pasukan, dan meraih kemenangan dianggap sebagai bagian dari siasat perang yang dibenarkan.

Baca Juga:Manunggaling Kawula Gusti: Ajaran Syekh Siti Jenar Sempat Lebih Populer dari Wali Songo

3. Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Ucapan yang tidak sepenuhnya jujur demi menyenangkan hati pasangan diperbolehkan untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Contoh sederhana adalah seorang suami yang memuji masakan istrinya dengan mengatakan "enak" meskipun rasanya kurang pas, tujuannya semata-mata untuk menghargai usaha dan menjaga perasaannya.

4. Melindungi Jiwa, Harta, dan Kehormatan
Ketika dihadapkan pada ancaman dari perampok atau penguasa zalim, berbohong untuk menyelamatkan nyawa, harta benda, atau kehormatan diri dan orang lain hukumnya bisa menjadi wajib. Misalnya, menyangkal memiliki harta saat dihadang penjahat demi keselamatan.

5. Mencapai Tujuan yang Wajib
Jika suatu tujuan yang hukumnya wajib (seperti menyelamatkan seorang Muslim dari pembunuhan) tidak bisa dicapai kecuali dengan berbohong, maka berbohong pada saat itu menjadi wajib. Hukum kebohongan dalam hal ini mengikuti hukum tujuannya; jika tujuannya mubah (boleh), maka berbohongnya pun mubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak