Rahasia Gelap Angkatan Kelima dan Jalan Merah Menuju G30S PKI

Gagasan Angkatan Kelima PKI (1965), usulan mempersenjatai buruh & tani, ditolak TNI AD. Ide ini memperuncing konflik & jadi pemicu ketegangan politik menuju G30S.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 17 September 2025 | 08:49 WIB
Rahasia Gelap Angkatan Kelima dan Jalan Merah Menuju G30S PKI
Ilustrasi gambaran gerakan PKI masa lalu di Indonesia. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • PKI mengusulkan Angkatan Kelima, buruh dan tani dipersenjatai, menuai pro-kontra politik.
  • TNI AD menolak keras ide itu karena dianggap berbahaya dan sarat agenda politik PKI.
  • Wacana gagal, namun memicu ketegangan yang berujung pada tragedi G30S 1965.

SuaraJawaTengah.id - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI menjadi salah satu titik balik besar dalam sejarah Indonesia. Namun, sebelum tragedi itu pecah, ada satu gagasan politik dan militer yang sempat membuat situasi semakin panas, yaitu usulan pembentukan Angkatan Kelima oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sebagaimana dikutip dari YouTube Napak Tilas Perjalanan, ide ini menuai pro dan kontra, bahkan menjadi salah satu faktor yang memperuncing konflik antara PKI dan TNI Angkatan Darat.

1. Latar Belakang Politik yang Bergejolak

Awal dekade 1960-an ditandai dengan konflik besar. Indonesia baru saja melancarkan Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat dari Belanda.

Baca Juga:Selamat dari Maut G30S/PKI, Begini Kisah Dramatis Jenderal AH Nasution Selamatkan Diri

Tidak lama kemudian, muncul konfrontasi dengan Malaysia yang didukung Inggris. Presiden Sukarno menyerukan perlawanan terbuka, dan suasana politik serta militer semakin panas. Dalam kondisi seperti ini, PKI menawarkan usulan untuk memperkuat pertahanan dengan cara yang tidak biasa.

2. Gagasan Angkatan Kelima

Januari 1965 PKI mengusulkan agar kaum buruh dan tani dipersenjatai dan dibentuk menjadi Angkatan Kelima. Saat itu Indonesia sudah memiliki empat angkatan resmi, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian.

Dengan tambahan ini, PKI berharap rakyat pekerja bisa ikut ambil bagian dalam pertahanan sekaligus memperluas basis kekuatan politik mereka. Jumlah yang ditawarkan sangat besar, mencapai belasan juta orang.

3. Dukungan dari Republik Rakyat Tiongkok

Baca Juga:Mengingat Kembali Tregedi Berdarah G30SPKI di Jawa Tengah, Ribuan Orang Dibunuh Karena Dianggap Berkhianat

Usulan Angkatan Kelima tidak lepas dari geopolitik internasional. Republik Rakyat Tiongkok disebut siap memberi bantuan senjata jika ide ini diwujudkan.

Dukungan semacam ini membuat usulan PKI tampak semakin serius. Namun, bagi sebagian kalangan, hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa PKI berusaha membangun kekuatan bersenjata di luar kendali negara.

4. Sukarno dan Perdebatan Gagasan

Subandrio, Wakil Perdana Menteri kala itu, menyebut bahwa Presiden Sukarno pernah menyinggung ide Angkatan Kelima. Tetapi PKI yang kemudian mengangkatnya secara terbuka dan mengklaim sebagai pencetus.

Situasi ini memperlihatkan tarik menarik antara pengaruh PKI yang semakin menguat dan sikap hati-hati Sukarno yang berusaha menjaga keseimbangan politik.

5. Penolakan dari TNI Angkatan Darat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak