5 Ciri Mobil Bekas yang Sebaiknya Tidak Dibeli Meski Harganya Menggiurkan

Mekanik sarankan hindari 5 mobil bekas: oli sludge tebal, klaim flushing aman, kilometer putaran, bekas tabrak sasis, & struktur pilar rusak.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 30 Desember 2025 | 07:14 WIB
5 Ciri Mobil Bekas yang Sebaiknya Tidak Dibeli Meski Harganya Menggiurkan
Ilustrasi mengecek mobil bekas sebelum di beli. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Tutup oli mesin berkerak tebal menandakan *sludge* akibat perawatan oli yang buruk dan berisiko merusak mesin.
  • Waspadai pemutaran kilometer palsu karena dapat menyebabkan penundaan penggantian komponen krusial mesin mobil bekas.
  • Hindari mobil bekas yang mengalami kecelakaan berat, terutama yang melibatkan kerusakan atau penggantian sasis serta struktur pilar.

4. Bekas Kecelakaan Berat di Bagian Depan atau Belakang

Mobil bekas kecelakaan berat sebaiknya langsung dihindari, terutama jika tabrakan mengenai bagian depan atau belakang hingga memengaruhi sasis. Sasis adalah struktur utama kendaraan yang berperan penting dalam keselamatan.

Jika sasis pernah bengkok lalu diperbaiki dengan cara diketuk, dipotong, atau dilas, kekuatannya tidak akan kembali seperti semula. Risiko ini sangat berbahaya ketika mobil digunakan dalam kecepatan tinggi atau saat terjadi benturan kembali.

Menurut narasumber, mobil dengan bekas kecelakaan besar masuk dalam kategori tidak aman dan tidak layak direkomendasikan.

Baca Juga:Budget Rp130 Juta? Lupakan LCGC, 4 MPV Bekas Ini Jauh Lebih Worth It

5. Pernah Terguling atau Struktur Pilar Sudah Diganti

Ciri terakhir yang paling fatal adalah mobil yang pernah terguling atau mengalami kerusakan struktur pilar. Pilar A, B, atau C yang pernah diganti menandakan kecelakaan serius yang memengaruhi rangka utama kendaraan.

Berbeda dengan insiden kecil seperti penyok akibat parkir atau tabrakan ringan di samping, kerusakan struktur ini tidak bisa ditoleransi. Mobil dengan riwayat kecelakaan besar, apalagi yang sampai menimbulkan korban jiwa, sebaiknya tidak dipertimbangkan sama sekali.

Kerusakan semacam ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan berkendara, tetapi juga keselamatan penumpang dalam jangka panjang.

Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Harga murah tidak selalu berarti menguntungkan jika diikuti dengan masalah teknis yang berkelanjutan. Sludge oli, anggapan keliru soal flushing, kilometer putaran, bekas kecelakaan berat, serta kerusakan struktur adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:Beli Mobil Bekas Anti Zonk! 8 Rekomendasi Terbaik 2026 untuk Pemula dan Keluarga

Dengan memahami lima ciri ini, calon pembeli dapat menghindari risiko besar dan memilih mobil bekas yang lebih aman serta layak digunakan.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak