Kejahatan Sadis di Semarang, Penjambretan Brutal Terekam CCTV, Wajah Korban Robek 17 Jahitan

Penjambretan sadis terjadi di Jalan Halmahera, Semarang. Korban terluka parah akibat sabetan senjata tajam saat mempertahankan tasnya.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 06 April 2026 | 11:38 WIB
Kejahatan Sadis di Semarang, Penjambretan Brutal Terekam CCTV, Wajah Korban Robek 17 Jahitan
Detik-detik korban pembegalan di Semarang. [Instagram/Portal Semarang]
Baca 10 detik
  • Dua pelaku jambret menyerang seorang wanita menggunakan senjata tajam di Jalan Halmahera, Semarang, Minggu 5 April 2026 pagi.
  • Korban mengalami luka serius pada wajah dan tangan hingga mendapatkan 17 jahitan akibat serangan brutal para pelaku.
  • Kasus penjambretan tersebut memicu reaksi keras serta kekhawatiran masyarakat luas terkait meningkatnya aksi kriminalitas di Kota Semarang.

SuaraJawaTengah.id - Kota Semarang kembali digegerkan dengan aksi kriminalitas jalanan yang brutal dan sadis. Sebuah insiden penjambretan terekam jelas kamera CCTV di depan rumah warga di Jalan Halmahera Raya, pada Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 06.30 WIB.

Video rekaman kejadian ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial, memicu kemarahan serta kekhawatiran publik atas meningkatnya angka kejahatan di ibu kota Jawa Tengah ini.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram portalsemarang , terlihat seorang perempuan yang menjadi korban tengah menunggu temannya di depan rumah, bersiap untuk pergi ke gereja.

Suasana pagi yang seharusnya tenang dan damai, tiba-tiba berubah mencekam. Dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekat.

Baca Juga:Waspada Potensi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini! Ini Penjelasan BMKG

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung turun dari motor dan dengan cepat berusaha merampas tas milik korban. Sementara itu, pelaku lainnya tetap bersiaga di atas motor, siap untuk melarikan diri.

Aksi cepat dan tanpa peringatan itu sontak membuat korban dan temannya panik. Teman korban yang berada di dalam rumah segera membuka pagar dan dengan berani berusaha memberikan perlawanan. Namun, situasi berubah menjadi lebih mengerikan ketika pelaku mengeluarkan senjata tajam.

Korban diserang secara brutal, tidak hanya dirampas tasnya, tetapi juga dilukai secara serius. Bagian wajah dan tangan korban menjadi sasaran amukan pelaku, meninggalkan luka yang dalam dan mengerikan.

Akibat serangan biadab tersebut, korban harus menanggung luka serius yang membutuhkan penanganan medis intensif. Tercatat, korban harus mendapatkan "17 jahitan di bagian dahi, pipi, hingga jari tangan."

Angka ini menunjukkan betapa parahnya luka yang diderita korban, bukan hanya kerugian materi, tetapi juga trauma fisik dan psikis yang mendalam. Meskipun korban dan temannya sempat melakukan perlawanan, para pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan korban dalam kondisi terluka parah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Telogorejo untuk mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin.

Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Unissula Diculik dan Dianiaya, Diduga Terkait Advokasi Kasus Pelecehan Seksual

Kasus ini sontak memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama setelah video kejadian beredar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyuarakan kekhawatiran mereka tentang keamanan di Kota Semarang dan menyoroti "meningkatnya aksi kriminal jalanan di Semarang."

Komentar-komentar pedas membanjiri unggahan video tersebut, mencerminkan kegeraman publik.

Akun *arc***, misalnya, mengungkapkan keprihatinannya dengan kalimat, "Bahkan masih di depan rumah pun tidak aman." Komentar ini menyoroti betapa rentannya masyarakat terhadap kejahatan, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi zona aman. Akun *cha*** juga menambahkan, "Segitu banyak orang kaga ada yg nolong," yang mengindikasikan kekecewaan terhadap kurangnya respons dari lingkungan sekitar, meskipun dalam video terlihat ada upaya perlawanan dari teman korban.

Komentar lain dari akun *an.*** secara langsung menyerukan kepada aparat kepolisian, "@teamelang_hebatsemarang monggo pak di sikat lngsung pak . Kriminal di semarang semakin menjadi jadi pak . Kyok nak pas ono aduan balap liar ngono kae lo pak lngsung gercep." Seruan ini menunjukkan harapan masyarakat agar polisi dapat bertindak lebih cepat dan tegas dalam menumpas kejahatan jalanan, sama seperti respons mereka terhadap kasus balap liar.

Bahkan ada yang menyerukan tindakan ekstrem, seperti akun *kim*** yang berkomentar, "Next kalo ketemu seperti itu, tolong warga saling kompak, habisin langsung aja orang penjambret nya!!"

Di tengah kemarahan dan kekhawatiran, ada juga apresiasi terhadap keberanian korban dan temannya. Akun *dev*** menulis, "Mbaknya hebatt berani..terima kasih karena sdh menolong....cepet sembuh ya mbak luka2nya," menunjukkan empati dan dukungan moral kepada korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak