- BMKG memprakirakan wilayah Semarang akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis, 9 April 2026.
- Fenomena cuaca tersebut disebabkan oleh adanya zona konvergensi yang meningkatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti petir dan angin kencang, selama periode masa pancaroba berlangsung.
SuaraJawaTengah.id - Warga Semarang dan sekitarnya diimbau untuk bersiap menghadapi potensi hujan hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ibu kota Jawa Tengah ini akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (9/4/2026).
Kondisi cuaca dinamis ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan, terutama terkait potensi jalanan licin dan perubahan cuaca yang mendadak.
Semarang menjadi salah satu dari beberapa kota besar di Pulau Jawa yang diprediksi akan basah hari ini, bersama dengan Serang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Secara ilmiah, potensi hujan yang terjadi di wilayah Semarang dan sekitarnya tidak terjadi tanpa sebab. BMKG menjelaskan fenomena ini dipengaruhi oleh faktor-faktor atmosferik yang mendukung pembentukan awan hujan.
Baca Juga:Cuan Rp1 Miliar Per Bulan dari Oplos LPG Subsidi, Sindikat di Jateng Akhirnya Dibekuk Polisi!
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Henokvita H menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, di Laut Maluku, di Laut Seram, di Laut Banda dan di Laut Arafuru.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi." Zona konvergensi yang memanjang di selatan Jawa Barat inilah yang secara signifikan berkontribusi pada peningkatan suplai uap air dan pembentukan awan-awan hujan di atas wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang.
Lebih dari sekadar hujan harian, BMKG juga menyoroti periode penting yang sedang berlangsung, yakni masa pancaroba. Ini adalah masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang seringkali ditandai dengan cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi.
Sebelumnya pada Rabu (8/4), BMKG telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba. Peringatan ini relevan bagi warga Semarang, mengingat cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang bisa saja terjadi secara tiba-tiba.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menekankan pentingnya kewaspadaan selama periode ini. Menurutnya, masa pancaroba kerap memicu kejadian cuaca yang ekstrem.
Baca Juga:Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba: Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
“Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.