- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendesak pemerintah segera membenahi kendala produksi bawang putih di wilayahnya.
- Pemerintah pusat dan daerah wajib memenuhi kebutuhan modal, lahan, serta fasilitas produksi untuk mendukung produktivitas petani.
- Dukungan nyata pemangku kepentingan diperlukan agar sentra produksi Jawa Tengah mampu mencapai target swasembada bawang putih nasional.
SuaraJawaTengah.id - Pengembangan komoditas bawang putih di Jawa Tengah harus benar-benar serius. Sejauh ini masih cukup banyak persoalan yang perlu pembenahan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, langkah pembenahan tidak cukup hanya dari sisi produktivitas petani, namun juga keberpihakan negara terhadap petani sebagai salah satu ujung tombak ketahanan pangan.
“Pemerintah harus hadir dan memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi,” ungkap Sarif Abdillah.
Berbagai kebutuhan petani, menurut Sarif, mulai dari permodalan, keterbatasan lahan, hingga minimnya fasilitas produksi, harus segera ditangani secara konkret.
Baca Juga:Sarif Abdillah Ungkap Strategi Entaskan Kemiskinan di Jateng: Optimalisasi Aset hingga Validasi Data
“Karena petani bawang putih saat ini tengah berjuang tidak hanya untuk kepentingan ekonomi keluarga, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pangan secara luas,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Atas dasar itu, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan penuh agar produksi dalam negeri dapat meningkat secara signifikan.
“Berbagai keluhan dan aspirasi petani harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sektor pertanian,” terang Kakung.
![Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/11/93442-sarif-abdillah.jpg)
Selama ini, Jawa Tengah menjadi salah satu sentra produksi terbesar nasional, penghasil bawang putih. Sejumlah daerah seperti Karanganyar, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Kabupaten Tegal, hingga Pemalang menjadi daerah produsen komoditas ini.
“Keberhasilan swasembada pada sejumlah komoditas pangan lainnya harus menjadi motivasi untuk mencapai swasembada bawang putih,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga:Sarif Abdillah: Bank Daerah Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Jawa Tengah
Kakung menambahkan, peningkatan produktivitas menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian swasembada bawang putih.
“Dengan dukungan fasilitas yang memadai, petani akan lebih mudah dalam mengelola lahan dan meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan,” tandasnya.