- BRI Regional Office Semarang menyalurkan KUR senilai Rp5,63 triliun kepada 113.246 debitur hingga Maret 2026 di Jawa Tengah.
- Penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi sebesar 44,77 persen untuk mendorong nilai tambah perekonomian daerah setempat.
- Selain modal, BRI memberikan pendampingan, edukasi finansial, dan pelatihan digital agar usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan dan produktif.
SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Semarang mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5,63T hingga Maret 2026, yang disalurkan kepada 113.246 debitur. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong UMKM agar semakin produktif dan berkembang.
Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang Hery Nofriady menyampaikan, bahwa secara komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerja Regional Office BRI Semarang hingga Maret 2026 didominasi oleh sektor produksi dengan porsi sebesar 44,77% dari total penyaluran.
Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Baca Juga:BRI Cetak Sejarah, Jadi Bank Pertama Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000 di Indonesia
Selain itu KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan” ungkapnya di Semarang pada Selasa (14/4/2026).
![BRI Regional Office Semarang. [Dok BRI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/14/81249-bri-ro-semarang.jpg)
Ia menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Semarang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat local” imbuhnya.
Baca Juga:Bagi Dividen Rp52,1 Triliun, BRI Perkuat Fundamental untuk Ciptakan Nilai Tambah bagi Pemegang Saham
Ke depannya, BRI Regional Office Semarang akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif, sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas” tegasnya.
Pada tahun 2025, BRI Regional Office Semarang mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp17,04 T pada 2025, yang disalurkan kepada 397.070 debitur yang didominasi oleh penyaluran sektor produksi dengan porsi sebesar 49.31% dari total penyaluran.