Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Demi Pergi Haji

Berkat disiplin menabung selama belasan tahun sebagai tukang parkir dan penjaga malam, Sucipto (64) akhirnya mampu mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:50 WIB
Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Demi Pergi Haji
Sucipto menunjukkan tas perlengkapan ibadah haji di rumahnya, Kelurahan Sumampir RT 03 RW 03, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (12/5/2026). [ANTARA/Sumarwoto]
Baca 10 detik
  • Sucipto, seorang tukang parkir di Pasar Pon Purwokerto, akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 14 Mei mendatang.
  • Ia menabung selama lebih dari satu dekade dari penghasilan harian serta menjual tanah demi melunasi biaya haji.
  • Kisah perjuangan Sucipto menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa niat dan ketekunan mampu mewujudkan keinginan beribadah haji.

Kisah Sucipto yang telah bekerja di Pasar Pon sejak 1999 ini mengguncang kesadaran banyak pihak, termasuk pejabat setempat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, H. Afifuddin Idrus, menyebut perjuangan Sucipto adalah bukti nyata bahwa panggilan ke Baitullah bukan monopoli orang kaya, melainkan milik mereka yang memiliki kesungguhan iman.

"Luar biasa. Ini membuktikan kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Beliau menunjukkan iman dan istiqamah berusaha hingga akhirnya bisa berangkat," tegas Afifuddin.

Menurutnya, kisah tukang parkir ini menjadi "tamparan" inspiratif bagi masyarakat yang secara ekonomi jauh lebih mapan namun masih enggan atau menunda mendaftar haji.

Baca Juga:Sadis! Fakta Remaja Bakar Temannya di Pesta Ulang Tahun di Banyumas, Karena Pengaruh Miras?

Sucipto tidak sendirian. Kemenag Banyumas mencatat tahun ini ada sejumlah jemaah lain dari kalangan ekonomi lemah yang berhasil berangkat, termasuk penjual peyek dan pedagang siomay.

Kini, koper gelap di sudut ruang tamu Sucipto telah siap. Fisiknya telah dilatih dengan rutin berjalan kaki, dan hatinya telah dipenuhi zikir di sela menjaga parkir. Beberapa hari lagi, tukang parkir dari Pasar Pon itu akan membuktikan bahwa di hadapan Allah, tekad dan keikhlasan jauh lebih bernilai daripada sekadar tumpukan harta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini