- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Eks Karesidenan Banyumas secara resmi menyatakan dukungan kepada KH Yahya Cholil Staquf untuk periode kedua.
- Dukungan tersebut diputuskan dalam pertemuan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kroya, demi memastikan keberlanjutan program transformasi dan digitalisasi organisasi.
- Pimpinan cabang menilai kepemimpinan Gus Yahya sangat krusial dalam menuntaskan agenda strategis serta meningkatkan daya saing warga Nahdlatul Ulama.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah keriuhan manuver elite politik di Jakarta yang menyoroti kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dukungan solid justru muncul dari arus bawah.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Eks Karesidenan Banyumas secara bulat menyatakan kesepakatan mereka untuk mendukung KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua.
Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan tertutup yang dihadiri pimpinan cabang NU dari Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Banyumas, dan Kebumen di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kroya.
Para pimpinan di tingkat akar rumput ini menilai, kinerja Gus Yahya selama periode pertama sudah berada di jalur yang tepat dalam melakukan transformasi tubuh NU.
Baca Juga:Kombes Pol Petrus Parningotan Jabat Kapolresta Banyumas, Ini Pesan Kapolda Jateng
Mereka memandang perlu adanya waktu tambahan agar berbagai program fundamental yang telah dicanangkan dapat dituntaskan tanpa gangguan.
Katib Syuriah PCNU Cilacap, Kyai Abdal Malik, menegaskan bahwa dukungan ini murni aspirasi dari bawah, bukan ambisi pribadi Gus Yahya. Menurutnya, gagasan transformasi yang dibawa Gus Yahya mulai dirasakan manfaatnya di daerah dan harus dipertahankan.
"Ide dan gagasan transformasi NU yang dicanangkan Gus Yahya sudah semakin dirasakan hasilnya oleh pengurus di cabang dan warga NU. Perbaikan tata kelola, digitalisasi, kaderisasi dan pengukuran kinerja adalah empat pekerjaan dasar yang sudah dilakukan Gus Yahya wajib untuk dituntaskan," tegas Kyai Abdal Malik.
Senada dengan itu, Ketua PCNU Banyumas, Kyai Mughni Labib, menyoroti pentingnya keberlanjutan program digitalisasi NU. Ia berharap program Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (DIGDAYA) dapat segera menyentuh level paling bawah.
"Kami di Banyumas menunggu sekali tindak lanjut DIGDAYA sampai level ranting. Bahkan kami khusus membangun digitalisasi sendiri yang nanti siap disinkronkan dengan DIGDAYA PBNU," ujarnya.
Baca Juga:7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
Sementara dari sisi kompetensi global, Ketua PCNU Kebumen, Kyai Imam Satibi, menilai Gus Yahya memiliki keunggulan komparatif dibanding figur lain.
"Kami berharap Gus Yahya terus bisa mengupgrade warga NU di daerah agar semakin melek dengan situasi dan keadaan dewasa ini termasuk soal situasi global," harapnya.
Sikap tegas dari PCNU di wilayah Jawa Tengah ini menjadi antitesis dari penilaian miring sejumlah politisi di Jakarta, seperti Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid, yang sempat menyebut Gus Yahya gagal memimpin PBNU.
Merespons dinamika tersebut, Gus Yahya menggunakan analogi yang kuat mengenai kondisinya saat ini di hadapan para pimpinan PCNU. Ia merasa kinerjanya di penghujung periode pertama terhambat oleh berbagai "gangguan", fitnah, dan isu yang merusak kondusivitas organisasi, sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk menuntaskan janjinya.
"Kalau saya punya hutang, sudah jatuh tempo belum bisa melunasi, maka apa yang akan sampean lakukan? " tanya Gus Yahya kepada para pimpinan PCNU yang kemudian dijawab lantang "Lanjutkan."