- 23 Semarang Shopping Center resmi melakukan soft opening di kawasan strategis Pearl of Java pada 23 Mei 2026.
- Destinasi seluas 65.000 meter persegi ini memadukan konsep ritel, hiburan, serta ruang publik terbuka bagi masyarakat modern.
- Pembangunan mal ini berhasil menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja baru melalui operasional dari 180 hingga 200 tenant.
SuaraJawaTengah.id - Warga Semarang kini punya alasan baru untuk segera bergegas keluar rumah dan merasakan pengalaman berbeda! 23 Semarang Shopping Center resmi melakukan soft opening pada Sabtu (23/5/2026), menghadirkan sebuah destinasi gaya hidup dan retail yang digadang-gadang bakal jadi landmark baru di Jawa Tengah.
Berlokasi di kawasan strategis Pearl of Java (POJ), mal ini hadir dengan konsep yang segar dan siap memanjakan para pencari spot healing maupun pemburu konten fomo (Fear of Missing Out).
Mengusung positioning sebagai “The Oase of Semarang”, 23 Semarang Shopping Center tidak sekadar menawarkan tempat berbelanja, tetapi sebuah ekosistem gaya hidup modern yang memadukan retail, hiburan, kuliner, dan ruang publik kolaboratif.
Dengan luas pengembangan lebih dari 65.000 meter persegi, pengunjung akan dimanjakan dengan pengalaman urban yang dinamis dan berbeda.
Baca Juga:Jateng Media Summit 2026: Dewan Pers Dorong Media Lokal Pahami AI dan Tunjukkan Jati Diri
Salah satu daya tarik utamanya adalah "Dauntown Park", sebuah taman hijau rimbun di jantung kawasan yang dirancang sebagai ruang sosial bagi masyarakat untuk berkumpul, beristirahat, dan kembali terhubung dengan alam di tengah hiruk pikuk kota.
Konsep arsitektur yang membaurkan elemen interior dan eksterior secara mulus, dengan transisi ruang yang mengalir, menciptakan suasana yang hidup dari pagi hingga malam hari. Desain inovatif ini bahkan telah diganjar penghargaan "Best Retail Architectural Design" pada ajang 10th PropertyGuru Indonesia Property Awards 2024.
Director & CFO Paradise Indonesia, Surina, mengungkapkan optimisme perusahaan terhadap kehadiran mal ini, meskipun di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
"Ekonomi memang belum ada kepastian, tapi kita lihat dari pagi sampai siang masih ramai. Kami berharap orang datang ke sini untuk healing, kita siapkan taman yang cantik, kuliner atau shopping," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai aktivitas menarik agar pengunjung tidak bosan, dengan target okupansi tenant penuh pada akhir tahun ini.
Baca Juga:JMS 2026: Jurnalisme Saja Tak Cukup, Media Lokal Harus Bangun Ekosistem Bisnis di Era AI
Senada, GM Mal 23 Semarang Shopping Center, Dian Widianti, melihat mal ini sebagai energi dan meeting point baru bagi komunitas di Semarang.
Ia mengakui tantangan ekonomi makro dan penurunan trafik mal secara umum akibat daya beli menurun, namun tetap yakin dengan potensi 23 Semarang.
"Tapi mall bukan tempat belanja saja, tapi *meeting point*. Orang bertemu di sini," jelasnya.
Dian juga menekankan pentingnya kalender *event* yang padat, mulai dari fashion show saat pembukaan, hingga berbagai acara di masa liburan dan akhir tahun untuk terus menarik minat pengunjung.
Kehadiran 23 Semarang juga menjadi angin segar bagi perekonomian lokal dengan membuka sekitar 2.500 lapangan kerja baru melalui 180 hingga 200 tenant yang akan beroperasi.