- Majelis Agama Buddha Tantrayana Indonesia menyelenggarakan doa bersama untuk perdamaian dunia dan NKRI di Candi Borobudur, Magelang.
- Ketegangan geopolitik internasional menyebabkan gangguan penerbangan sehingga membatalkan kehadiran sejumlah delegasi mancanegara pada acara menjelang Waisak 2026.
- Sebanyak 400 umat dari berbagai negara tetap hadir mengikuti rangkaian ritual doa dan akulturasi budaya lokal.
Ritual ini menarik karena merupakan wujud akulturasi, mengombinasikan ajaran luhur agama Buddha dengan kearifan lokal adat istiadat Jawa dalam merawat alam.
"Kami berkolaborasi dan menggabungkan ajaran Buddha dengan tradisi Jawa. Melalui Merti Karuna Bumi, kami mengajak seluruh umat Buddha untuk selalu peduli pada lingkungan. Kepedulian itu harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri, keluarga, masyarakat, baru kemudian kita memanjatkan doa yang lebih besar untuk dunia," katanya menjelaskan filosofi di balik ritual tersebut.
Meskipun diselenggarakan oleh Sangha Tantrayana Vajrayana, panitia menekankan inklusivitas dengan mengundang kehadiran sangha-sangha dari majelis agama Buddha lainnya.
Baca Juga:Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Lalu Disalurkan ke Tempat Kerja