- PT Semen Gresik menerapkan inovasi hijau berupa efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon untuk mendukung produksi berkelanjutan.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan Peringkat 2 Transformasi Menuju Industri Hijau kepada PT Semen Gresik di Semarang.
- Penghargaan diberikan dalam ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 pada hari Kamis tanggal 23 Juli.
SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memperkuat implementasi green innovation sebagai bagian dari transformasi menuju industri hijau yang berkelanjutan, baik dari aspek teknis maupun tata kelola.
Berbagai inovasi dijalankan melalui efisiensi energi, pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif, pengurangan emisi karbon, konservasi sumber daya, hingga penerapan ekonomi sirkular untuk mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Transformasi tersebut didukung oleh kebijakan perusahaan yang mengedepankan perlindungan lingkungan, pencegahan pencemaran, efisiensi energi dan sumber daya, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Konsistensi penerapannya turut mendapat pengakuan melalui raihan PROPER Hijau selama lima tahun berturut-turut serta Sertifikat Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian.
Baca Juga:SIG dan Semen Gresik Giatkan Penanaman Pohon di Kawasan Joglo Tani Pabrik Rembang
Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, menuturkan bahwa transformasi menuju industri hijau telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Menurutnya, perusahaan terus mempercepat implementasi berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing, sekaligus mendukung target dekarbonisasi industri nasional.
“Transformasi menuju industri hijau merupakan komitmen jangka panjang yang menjadi fondasi dalam setiap langkah bisnis perusahaan. Melalui implementasi green innovation, kami terus mendorong efisiensi energi, optimalisasi pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekonomi sirkular guna mewujudkan proses produksi yang semakin berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, implementasi tersebut diperkuat melalui budaya continuous improvement yang dilakukan secara berkesinambungan.
Langkah itu, lanjutnya, menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung terwujudnya Industri Hijau Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sekaligus target dekarbonisasi industri nasional.
Baca Juga:Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
Atas implementasi tersebut, Semen Gresik meraih Peringkat 2 Kategori Industri Besar dan Menengah dengan Transformasi Menuju Industri Hijau Terbaik se-Jawa Tengah dalam ajang Jateng Green Industrial Summit 2026.
Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Direktur Utama PT Semen Gresik di Semarang, Kamis (23/7).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa transformasi menuju industri hijau merupakan agenda strategis yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan dunia pendidikan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
“Dengan begitu, pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan,” pungkasnya.