- Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dalam peringatan HUT ke-81 Jawa Tengah di Boyolali, Rabu (19/8/2026).
- Capaian pembangunan dan penurunan angka kemiskinan merupakan hasil kerja sama antara pemerintah provinsi bersama seluruh elemen masyarakat.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan berbagai kemajuan program ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta perumahan hingga tahun 2026.
Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat.
Sementara di sektor perumahan, pemerintah telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.
Jawa Tengah juga memperkuat dukungan terhadap program pemerintah pusat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.
Sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa, sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit dan 6.271 di antaranya telah beroperasi.
Baca Juga:Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
Luthfi menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak semata-mata menjadi hasil kerja pemerintah. Penghargaan dan capaian yang diraih Jawa Tengah juga merupakan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat.
“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Di usia ke-81, Luthfi mengatakan, perjalanan pembangunan Jawa Tengah juga merupakan estafet dari 15 gubernur sebelumnya. Setiap pemerintahan menghadapi tantangan dan persoalan yang berbeda.
Karena itu, semangat Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji harus menjadi energi untuk melanjutkan kerja bersama tersebut. Pemerintah, kata dia, masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.
Baca Juga:Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa