- Rumah BUMN Rembang menyelenggarakan festival kuliner NjajanFest 3X di Taman Kartini pada 2 hingga 4 Oktober 2026.
- Acara tersebut sukses menarik lebih dari 50.000 pengunjung dan menghasilkan total omzet UMKM sebesar Rp 2,56 miliar.
- Penyelenggara menyatakan edisi ketiga ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara NjajanFest di Rembang.
SuaraJawaTengah.id - Festival kuliner terbesar NjajanFest 3X resmi ditutup dengan catatan luar biasa. Selama tiga hari penyelenggaraan pada 2–4 Oktober 2026 di area Taman Kartini Rembang, festival kuliner terbesar ini berhasil menarik lebih dari 50.000 pengunjung dan berhasil mencatatkan total perputaran uang serta omzet pelaku UMKM mencapai Rp 2,56 miliar.
Mengusung perpaduan kuliner dan hiburan, NjajanFest 3X menghadirkan 113 tenant kuliner dan UMKM, dengan sajian mulai dari jajanan legendaris hingga kuliner kekinian.
Kemariahan festival dilengkapi sembilan ajang pencarian bakat bagi anak muda Rembang, seperti Idola Cilik, Rembang Idol, dan Rembang Dangdut Academy, serta perlombaan Gobak Sodor antarsekolah yang menghidupkan kembali permainan tradisional.
NjajanFest 3X diselenggarakan oleh Rumah BUMN Rembang, yang secara co-partnership dikelola oleh PT Semen Gresik bersama induk perusahaan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Baca Juga:Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
Festival Director NjajanFest, Ahmad “Iponk” Ghufron, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan NjajanFest hingga edisi ketiga.
Ia menyebut gelaran tahun ini menjadi catatan istimewa sekaligus penutup perjalanan NjajanFest yang telah menjadi bagian dari geliat kuliner dan UMKM di Rembang.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat, para pelaku UMKM, dan tim yang telah berjuang bersama. NjajanFest 3X ini menjadi catatan sejarah yang sangat manis bagi kami. Kami memohon maaf sekaligus berpamitan, karena NjajanFest 3X ini adalah edisi terakhir yang kami selenggarakan. Semoga semangat memberdayakan kuliner lokal dan UMKM ini terus menyala di wadah-wadah lainnya,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Isti Chomawati, yang menilai bahwa NjajanFest mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan event secara mandiri tanpa mengandalkan anggaran pemerintah menjadi contoh positif kolaborasi dan kreativitas dalam mengembangkan potensi wisata serta UMKM daerah.
Baca Juga:Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar
“Kami atas nama Dinas Pariwisata memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara NjajanFest. Ini adalah contoh konkret dan teladan baik bagaimana sebuah event non-APBD mampu dikemas secara profesional dan kreatif, serta memberikan dampak ekonomi yang luar biasa nyata bagi masyarakat dan UMKM lokal. Terima kasih juga karena telah membantu meramaikan kembali gairah wisata Taman Kartini, primadona wisata yang telah lama tertidur,” ungkap Isti Chomawati.
Sementara itu, Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, turut mengapresiasi keberhasilan NjajanFest 3X dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai tingginya jumlah pengunjung dan perputaran ekonomi yang tercipta menjadi bukti bahwa UMKM Rembang memiliki potensi serta daya saing yang kuat.
“Kami melihat NjajanFest bukan sekadar festival kuliner, melainkan wadah nyata untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Pencapaian omzet Rp 2,56 miliar dan puluhan ribu pengunjung adalah bukti bahwa UMKM Rembang punya daya saing. Semen Gresik akan terus mendukung pemberdayaan ini melalui Rumah BUMN,” pungkasnya.