- Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menegaskan Budi Arie Setiadi bukan anggota atau pengurus partai.
- PSI meminta publik pada Selasa 25 Agustus 2026 agar tidak mengaitkan aktivitas Budi Arie dengan partai.
- Andy menyatakan seluruh tindakan dan pernyataan Budi Arie merupakan tanggung jawab pribadi sepenuhnya tanpa mewakili PSI.
SuaraJawaTengah.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan Budi Arie Setiadi bukan anggota, pengurus, maupun Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI.
Partai tersebut meminta berbagai pihak tidak lagi mengaitkan nama PSI dengan aktivitas maupun pernyataan mantan Menteri Koperasi dan UKM tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan Budi Arie tidak memiliki jabatan, posisi, ataupun kewenangan apa pun di internal PSI.
"Kami tegaskan: Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie," kata Andy, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga:5 Fakta Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Massal Kader PSI Semarang
Andy menilai pengaitan tindakan atau pernyataan Budi Arie dengan PSI tidak berdasar dan dapat menyesatkan publik. Menurut dia, seluruh aktivitas dan pernyataan Budi Arie merupakan tanggung jawab pribadi.
“Apa pun yang dilakukan atau dikatakan Budi Arie adalah tanggung jawab Budi Arie sendiri. Jangan dikaitkan kepada PSI dan jangan membangun kesan seolah-olah dia mewakili PSI. Dia tidak mewakili PSI. Dia bukan PSI,” tegasnya.
PSI juga meminta publik tidak berspekulasi mengenai posisi Budi Arie di partai. Andy kembali menegaskan bahwa Budi Arie tidak memiliki status maupun jabatan struktural di PSI.
“Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan Sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Andy turut menyinggung dinamika politik setelah Budi Arie terkena perombakan kabinet. Ia meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:Target Menang di Pilkada! Kaesang Pangarep Kerahkan Pengusaha Muda Door to Door di Semarang
“Jangan karena direshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo,” kata Andy.
Andy juga mengungkit pernyataan Budi Arie dalam Kongres Projo yang menyebut Projo bukan merupakan singkatan dari Pro Jokowi.
“Publik juga tidak lupa ketika dalam Kongres Projo, Budi Arie menyatakan bahwa Projo bukan singkatan Pro Jokowi,” ujarnya.
Andy menegaskan PSI tidak ingin terseret dalam manuver politik yang dinilainya bersifat spekulatif dan berkaitan dengan kepentingan pribadi.
“PSI tidak butuh avonturir politik yang ke sana kemari memainkan manuver spekulatif. Politik adalah arena perjuangan, bukan arena perjudian pribadi untuk mengejar jabatan jadi menteri lagi!” tegas Andy.