- Mahasiswa Universitas Terbuka Semarang, Muhammad Agil Firmansyah, meraih peringkat ketiga tunggal putra Campus League Badminton Regional Semarang pada 26–29 Agustus 2026.
- Kompetisi di Polytron Stadium Universitas Diponegoro tersebut diikuti 149 atlet dari 17 perguruan tinggi dan menggunakan sistem skor baru 15 poin.
- Meskipun kuliah secara daring dari luar negeri, Agil berhasil mengamankan tempat dan membidik kejuaraan tingkat nasional serta internasional.
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, sebelumnya menyebut sistem 15 poin membuat atlet harus langsung bermain dengan intensitas tinggi sejak awal.
"Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan," kata Basri.
Ia menilai Campus League juga menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan bulu tangkis di lingkungan perguruan tinggi.
"Ini baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah. Kami berharap ajang ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih kuat antara PBSI dengan universitas," ujarnya.
Baca Juga:Skuad Java United FC Resmi Dilaunching, Jalankan Dua Misi Besar Sepak Bola
Bagi Agil, kesempatan tampil dalam kompetisi antarmahasiswa menjadi pengalaman berharga karena mempertemukannya dengan pemain-pemain potensial dari berbagai kampus.
"Pertandingan antar mahasiswa ini cukup menarik. Kita bisa melihat pemain-pemain bagus dari kampus mana," katanya.
Menariknya, perjalanan Agil sebagai student-athlete juga cukup berbeda. Sejak menempuh pendidikan di UT Semarang, ia menjalani perkuliahan secara online sehingga memiliki fleksibilitas untuk tetap menjalani latihan bulu tangkis meski berada di luar negeri.
"Saya sejak UT ini mengikuti kuliah secara online dan saya berada di luar negeri. Di UT enaknya bisa kuliah sambil latihan bulu tangkis," ungkapnya.
Latihan bahkan dijalaninya di sejumlah negara. Agil pernah berlatih di Bahrain, Arab Saudi, hingga China. Saat ini, ia juga tercatat pernah bergabung dengan klub bulu tangkis Chandra Wijaya.
Baca Juga:Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Ratusan Warga Geruduk Pabrik Sepeda Listrik di Semarang
Perjalanan tersebut membuat Agil tak ingin berhenti di podium Campus League Regional Semarang. Ia membidik level kompetisi yang lebih tinggi.
"Harapan saya bisa ke nasional, atau antar mahasiswa sedunia. Ya, paling tidak bisa PON," ujarnya.
Campus League Badminton Regional Semarang sendiri masih menyisakan perebutan gelar kategori beregu. Empat kampus yang melaju ke semifinal, yakni Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), memperebutkan tiket final.
Selain gelar regional, kompetisi ini menjadi jalan menuju The Nationals di Bandung pada September mendatang. Empat tim semifinalis dipastikan lolos ke fase nasional, sementara kategori perorangan menyediakan delapan slot bagi pemain, pasangan, atau triple terbaik.
Persaingan 17 kampus pada musim perdana ini pun menjadi awal baru bagi kompetisi bulu tangkis mahasiswa, sekaligus membuka jalan bagi para student-athlete seperti Agil untuk naik ke panggung yang lebih besar.